Thu. Oct 29th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

38 Tahun Primkopti Harum Kendal Tetap Eksis

2 min read

Sebagian besar Primkopti atau koperasi pengrajin tahu tempe di wilayah Jawa Tengah sudah lama tutup yang tersisa hanya sekitar 30 persen dari jumlah yang pernah ada diantaranya Primkopti Harum Weleri Kendal sejak berdiri pada tahun 1982 hingga sekarang masih eksis.

Mengenang masa jaya keberadaan Primkopti pada masa Orde Baru yang didukung oleh subsidi pembelian kedele oleh Pemerintah.Tetapi setelah Orde Baru berakhir, Primkopti keberadaannya makin surut, mati suri dan berguguran. Yang tersisa karena mampu mengikuti perkembangan zaman yang menuntut untuk bisa mandiri. Demikian pula perjalanan panjang Primkopti hingga tetap eksis hingga sekarang dipimpin oleh Rifai, SE sebagai generasi penerus dalam menjalankan manajemen perkoperasian pengrajin tempe tahu yang berkantor di Jalan Cempaka 232 Karangdowo Weleri Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Kiat untuk tetap bertahan hidup hingga sekarang, cerita Rifai, karena adanya jalinan kerjasama antara pengurus, manajer dan anggota melalui komunikasi sambung rasa. Atau apapun kendala dan perselisihan pendapat harus dipecahkan bersama. Lebih lanjut ungkap Rifai, menjadi pengelola Primkopti harus siap melayani anggota yang keberadaannya tersebar di Kabupaten Kendal berjumlah 259 orang.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku (kedelai), sarana dan peralatan produksi, kantor pusat Weleri telah menyediakan armada pengangkut seperti tosa dan cold pickup yang siap mengirim ke kantor cabang Kaliwungu, Kendal Kota dan Sukorejo hingga ke alamat anggota Primkopti Harum.

Keberadaan kantor Primkopti berlantai dua, atas untuk manajemen pengelolaan, dibawah untuk gudang kedelai dan administratif alur keluar masuk kedelai dan kebutuhan lainnya.

Primkopti Harum hingga manpu bertahan hidup diakui oleh Rifai, tsk lepas karena dukungan Pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UKM provinsi maupun kabupaten yang mensuport berupa pelatihan dan fasilitas magang di tempat UKM bagaimana membuat tempe tidak cepat bosok, tempe dibikin bronis, sambel tumpang. Atau jelas Rifai, untuk menghindari kerugian agar tempe yang sudah jadi laku terjual.

Dalam perkembangannya Primkopti Harum tidak hanya jual kedelai kepada anggota, juga kegiatan simpan pinjam dan buka toko untuk suplay barang selain menjaga harga kedelai tetap stabil.

Primkopti Harum beraset Rp 12 miliar merencanakan RAT dilaksanakan pada akhir Februari 2020 dengan SHU tahun lalu mencapai Rp 113 juta yang kedepan berharap bisa mendirikan Koperasi Mart (Mini Mart). Demikian obsesi Rifai yang disampaikan lewat Wartakadin.com. (Sriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *