Sun. Oct 25th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Bandeng Cabut Duri Kendal Tak Punya Otlet Dan Kurang Promosi

2 min read
Kendal yang berada digaris pantai Pulau Jawa bagian Utara cukup kaya dengan lahan perikanan dan kelautan, khususnya dalam budidaya perikanan darat dan tambak penghasil berbagai jenis ikan, selain ikan tangkapan para Nelayan.  Dan jenis ikan yang saat ini diolah oleh sebagian  warga masyarakat, yakni jenis bandeng yang sudah lama diolah dan diproduksi menjadi aneka olahan bandeng. Diantaranya dikenal dengan nama Bandeng Cabut Duri, atau Bandeng Tanpa Duri.
Sementara ini ada beberapa UKM Aneka Olahan Bandeng yang menyebar di kecamatan wilayah Pantura. Kecamatan Patebon ada UKM Bandeng Kendal. Bandengan Kota Kendal ada “Bandeng Rozal” dan “Bandeng Emas” selain Bandeng Kustoyo di jalan Gajah Mada KM. 065 Karangsari Kendal Kota. Dan di wilayah kecamatan Kaliwungu ada Raja Bandeng dan Ratu Bandeng dalam satu dukuh Panggangayom Desa Wonorejo yang berdekatan dengan areal Kawasan Industri Kendal (KIK).
UKM Ratu Bandeng yang sempat ditemui Info Koperasi yang berproduksi didalam rumah terlihat beberapa ibu-ibu sedang mencabut duri bandeng untuk diolah menjadi Bandeng Cabut Duri dan jenis olahan bandeng lainnya seperti: bandeng duri lunak, dendeng bandeng, otak-otak bandeng, bandeng segar cabut duri, bandeng pepes cabut duri.
Ratu Bandeng ini dikenal oleh masyarakat Panggangayom Wonorejo satu-satunya UKM yang hingga kini tetap eksis. Usaha perintisan Mahdum seorang petani tambak bandeng. Hingga mencoba mengolah sendiri bandeng tambak itu menjadi jenis produk makanan olahan bandeng yang didukung istrinya Qhomariah.
Sementara Mahdum yang budidaya bandeng dengan menyewa tambak. Qhomariah isterinya yang mengolah bandeng mentah dibantu dengan 6 tenaga perempuan yang menyiapkan bandeng mentah untuk diproses menjadi produk aneka bandeng.
Qhomariah yang ditemui IMedia Promosi Kendal sampaikan keluhan usahanya yang akhir-akhir ini lagi lesu. Lantaran dua bulan belakangan ini katanya, ikan jenis bandeng lagi langka. “Kalau tidak ada bandeng ya usahanya berhenti,” keluhnya. Tetapi bila ada pesanan cukup banyak hingga mencapai 1/2 kuintal, Ratu Bandeng siap memenuhinya. Jelasnya, Qhomariah tidak berani kehilangan pelanggannya.
Harga bandeng mentah yang siap diolah sekitar Rp 25.000,- per Kg. Sementara dari Penjual ikan di areal TPI Bandengan, ikan bandeng kecil dijual Rp 19.000,- per Kg. Bandeng sedang Rp 22.000,- per Kg. Satu kilogram bandeng besar berisi tiga ekor. Produsen bandeng di Kabupaten sepertinya enggan ditanya soal harga jual. Alasannya, bisa menimbulkan persaingan harga yang tidak sehat. Atau hal ini dilakukan agar tidak terjadi persaingan harga diantara para UKM Bandeng di Kabupaten Kendal.
Untuk menjaga satu sama lainnya, mereka memilih jalan sendiri-sendiri yang masing-masing sudah punya pelanggan yang datang sendiri ke alamat yang tercantum di setiap kemasan produk bandeng. Tetapi bagi calon pembeli olahan bandeng asli Kendal yang belum tahu keberadaannya, tentunya agak kesulitan. Karena di Pusat Oleh-Oleh Kendal sedikit yang terpajang produk olahan bandeng.
Juga disampaikan Qhomariah, diakui saat ini belum memiliki Otlet. Padahal bila ada otlet, harga olahan bandeng bisa naik. Dulu pernah ada Pusat Pamer UKM Kendal di GOR Bahurekso lantai II. Produk Bandeng sempat terpajang. Tetapi belum lama ini bubar yang menurut informasi karena kurang mendapat dukungan Pemkab. Kendal dalam hal promosi dan dukungan operasional.
Di wilayah Kabupaten Kendal dalam pantauan Media Promosi Kendal,  belum ditemukan adanya Pusat Jajanan dan Jenis Produk Unggulan Kabupaten Kendal. Dan belum gencar lakukan promosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *