Rab. Agu 10th, 2022

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Bangun Kawasan Pedesaan Butuh Konsep Dan Target Capaian

2 min read

Kendal, wartakadin. Sangat disayangkan apabila Kabupaten Kendal tidak bisa berkembang dalam bidang ekonomi. Karena Sumber Daya Alam (SDA) cukup kaya yang bisa mengangkat ekonomi Kendal. Tetapi hingga sekarang masih terkendala adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum siap untuk mengelolanya.

Melalui visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kendal yang memberikan support dana (BKK) untuk dusun di Kabupaten Kendal sebesar Rp 100 – Rp 300 juta, bertujuan guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Perdesaan.

Kepala Dinas Perberdayaan Masyarakat Desa Kab. Kendal Yanuar Fatoni kepada wartakadin.com menyampaikan kebenarannya terhadap potensi masyarakat desa yang dibentuk berupa Kawasan Perdesaan yang diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbub), sejak tahun 2018 berjalan hingga sekarang belum memperlihatkan hasilnya.

Sedang tujuan dibentuknya Kawasan Perdesaan untuk mengembangkan potensi desa-desa di beberapa wilayah kecamatan untuk dipersatukan dalam satu bentuk usaha atau lembaga (BUMDesMa) karena memiliki kesamaan potensi dan SDA.

Dicontohkan oleh Yanuar Fatoni, di Kendal Atas (Sukorejo – Patean) sudah terbangun Kawasan Perdesaan yang mengelola Plasma Petik Sari. Yakni, usaha bersama mengelola potensi Jambu Getas Merah. Tetapi, menurut Yanuari Fatoni, hingga sekarang belum ada hasilnya.

Beberapa desa seperti Kalibogor, Kalipakis, Trimulyo, Mlatiharjo, Pakisan dan Plososari sebagai penghasil buah jambu getas merah hingga kini belum mampu memproduksi dalam bentuk kemasan. Tetapi masih berupa buah yang hanya dijual ke konsumen. “Sekarang produksinya justru mulai berkurang karena sebagian petani beralih tanam tembakau,” ungkap Yanuar Fatoni.

Hal ini sangat disayangkan, karena para pengelola Plasma Petik Sari itu tidak memiliki konsep dan target capaian. “Hingga berjalan apa adanya dan berangsur-angsur melemah karena tidak memiliki jiwa entrepreneurship,” jelas Yanuar Fatoni.

Harapan kedepan, kata Yanuar, perlu duduk bersama untuk membuat konsep untuk membangun Kawasan Perdesaan di Kabupaten Kendal.

Sementara, Dinas terkait yang menangani desa-desa sudah lakukan evaluasi per tahun. “Ini memerlukan keseriusan dan tekad bersama untuk mewujudkan Kendal bisa maju dan berkembang,” harapan Yanuar Fatoni.

Meski demikian, ungkap Yanuar Fatoni, di Kendal masih ada yang membanggakan. Berkat pengelolaan kawasan wisata Jungsemi secara profesional, CSR nya bisa memberikan sumbangan kepada siswa Madrasah dan ustadz sebesar Rp 145 juta. “Ini bukti dari hasil pengelolaan yang benar tentulah menghasilkan keuntungan bersama,” Yanuar mencontohkan. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *