Fri. Jan 22nd, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Bangun Teamwork Di Birokrasi Untuk Angkat UMKM Kendal

2 min read

Kendal, wartakadin. Kata kunci untuk membangun ekonomi masyarakat yang dibutuhkan adalah “Rasa Kepedulian” kepada sesama mahluk hidup. Dan masyarakat Kendal mayoritas bergerak di UMKM. Agar mereka bisa maju dan berkembang itu menjadi tanggungjawab bersama.

Demikian filosofi yang disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi & UMKM Kabupaten Kendal Drs Kuncahyadi kepada wartakadin.com di ruang kerjanya hari ini, Rabu (6/1/2021).
Menyinggung sejauhmana peran UMKM Kendal bagi Pemerintah, kata Kuncahyadi, mereka itu adalah pahlawan ekonomi negara yang harus ditempatkan dan dijunjung tinggi keberadaannya. “Jangan biarkan mereka berjalan sendiri yang tidak tahu ada dimana” ungkapnya.

Drs Kuncahyadi Ka. Dinas Perinkop&UKM Kab. Kendal

Selain itu, untuk maju dan berkembang tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah saja. “Semua pihak harus mendukungnya,” jelas Kuncahyadi.

Hal ini bisa dilihat yang mencontohkan, di Kendal sudah ada produsen batik, tetapi orang Kendal beli batik justru di daerah lain. Mungkin dengan alasan untuk gengsi saja. “Atau karena Kendal belum memiliki areal wisata shooping (belanja) yang mewadahi produk-produk UMKM,” tuturnya.

Kuncahyadi secara pribadi menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami UMKM Kendal yang stagnan. Diakui bahwa dinasnya yang langsung membidangi UMKM tetapi tidak bisa berbuat banyak untuk membina dan mengangkat UMKM Kendal maju dan berkembang dengan keterbatasan anggaran yang ada.

Bangun Teamwork Di Birokrasi

Menjawab pertanyaan mengapa UMKM Kendal kurang dikenal oleh masyarakat luas. Karena katanya, Birokrasi Kendal belum bisa membangun teamworks. Disampaikan saat ini hampir di setiap OPD membuat program kerja untuk UMKM. Tetapi antar OPD tidak ada koordinasi. “Yang seharusnya dalam membuat program untuk UMKM disesuaikan dengan tupoksi yang ada. Untuk menghindari tumpang tindih program yang hasilnya tidak terlihat feedback-nya,” jelasnya.

Untuk itu, kedepan dengan pemerintahan yang baru di Kendal, Kuncahyadi berharap bisa menyatukan beberapa OPD yang menangani UMKM untuk dibagi tugas. Contohnya, ada dinas yang menangani masalah SDM UMKM. Ada yang mengangkat kualitas produknya. Atau ada yang membangun marketnya.

Ini disampaikannya, mengingat visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kendal Terpilih adalah ‘Membangun Kendal Sebagai Kota Industri dan Pariwisata. Dimana, faktor pendukung utama untuk mewujudkannya adalah keberadaan UMKM Kendal saat ini berjumlah 33 ribu yang terdaftar. Sedang yang tersebar diluar pembinaan dinasnya ada sekitar 90 ribu pelaku UMKM.

Contoh produk UMKM Desa Jungsemi Kangkung Kendal

Harapannya, Pemerintah Kabupaten Kendal dipimpin oleh Pemenang Pilkada Kendal 2020 nanti akan memprioritaskan UMKM dalam membuat kebijakannya.

Karena saat ini banyak kendala yang dihadapi UMKM Kendal karena kurangnya dukungan dan suport dari Pemkab yang mencontohnya di Selandia Baru. Orang baru saja mendirikan usaha dengan buat proposal bisa mendapatkan kredit (modal usaha).

Selain itu himbaunya, antara Eksekutif dan Legislatif bisa menyatu dalam satu visi misi untuk membangun tata ruang atau zona UMKM Kendal untuk mengangkat Brand Kendal yang selama ini belum terlihat jelas. “Kendal dikenal apanya?”

Demikian pertanyaan Kuncahyadi dalam mengakhiri bincang-bincang dengan wartakadin.com tentang keberadaan UMKM di Kabupaten Kendal saat ini. (Sriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *