Sab. Sep 18th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Bentuk Team Kajian Untuk Tentukan Brand Kendal Seperti Apa?

2 min read

Kendal, wartakadin. Khusus untuk mewujudkan Kendal menjadi Kota Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Kendal saat ini sedang membentuk team untuk mengkaji yang mencari model pariwisata seperti apa yang bisa mengangkat branding Kendal. Dan team tersebut terdiri dari konsultan bupati Kendal, Kadisporapar dan Struktur Disporapar Kabupaten Kendal.

Hal ini disampaikan R. Totok Subagyo, S.IP, MM, kasi Destinasi Pariwisata Kabupaten Kendal kepada wartakadin.com terkait dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kendal untuk menjadikan Kendal sebagai Pusat Industri dan Pariwisata.

“Membangun brand Kendal dibidang pariwisata khususnya, perlu ada kajian dahulu untuk menentukan pilihan Kendal itu dikenal karena apanya,” demikian tutur Totok Subagyo yang mewakili Kardiyantomo Kabid Pariwisata Kab. Kendal.

Karena hingga kini diakui Kendal belum memiliki branding. Dan Kendal belum dikenal oleh masyarakat luas karena apanya. Meskipun Kabupaten Kendal memiliki historis dari ketokohan Bahurekso sebagai bupati Kendal pertama. Tetapi tidak ada peninggalan yang bisa dilihat secara visual. Sehingga untuk mengambil dari sejarah dan sisi budaya juga sulit. Totok menambahkan.

Sementara dari potensi wisata yang ada, kata Totok belum juga bisa diangkat sebagai pilihan untuk mengangkat brand Kendal. Hal ini bisa dilihat dari hasil retribusi pariwisata Kendal yang kecenderungannya dari tahun ke tahun tidak naik justru menurun.

“Unggulan wisata Kendal seperti apa, yang dilihat dari kultur budaya, natural (alam), atau sport (olah raga) untuk menjadi bahan kajian team yang saat ini sedang dibentuk,” ungkap Totok.

Dua pilihan untuk mengangkat brand Kendal, yakni dengan membangun sport tourism atau natural ini oleh seorang pemerhati sosial budaya Kendal yang tak mau menyebutkan jatidirinya, usulkan bahwa Kendal perlu mengadopsi daerah kabupaten di wilayah Pantura seperti Kabupaten Lamongan Jawa Timur yang kini memiliki stadion sepak bola bertarap nasional.

Tetapi untuk membangun team sepak bola yang berlaga di Liga Internasional atau Liga PSSI Utama, terlebih dahulu yang didorong adalah bidang industri di Kendal yang sudah memiliki wadahnya. Yakni berupa kawasan ekonomi khusus (KEK). Karena potensi industri itu bisa mensuport olah raga atau khususnya sepak bola.

“Untuk melihat kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari potensi ekonomi masyarakatnya,” lanjutnya.dengan mencontohkan Lamongan dengan warganya yang menyebar di berbagai kota di Indonesia sebagai penjual sea food Lamongan.

Solo dengan warga sebagai penjual bakso. Kota Padang dengan warganya yang terkenal dengan penjual “Masakan Padang” Dimana, ketiga daerah ini masing-masing memiliki penonjolan dibidang olah raga (sepak bola).

Sementara, Kendal dikenal dengan warganya yang mencari pekerjaan hingga ke luar negeri. Dicontohkan, mereka itu sebagai seorang TKW.

Hal ini adalah sebuah realita yang perlu dirubah oleh pemimpin Kendal yang baru dengan tantangan melalui visi dan misinya “Membangun Kendal Menjadi Pusat Industri Dan Kota Pariwisata” untuk dibuktikan dalam kurun waktu selama periode menjabat sebagi bupati dan wakil bupati Kendal.

Demikian usulan dan masukan dalam upaya Pemerintah Kabupaten Kendal membangun branding yang dikenal apanya oleh masyarakat luas. (Sriyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *