KIK'
Sat. Jun 6th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

BUMDes Bersama “Amanah” Sukorejo Bantu Modal Usaha Perempuan

2 min read

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang diluncurkan pada era sebelum Jokowi jadi presiden, bertujuan untuk pengentasan kemiskinan. Melalui pinjaman modal bergulir ini hingga kini bisa berkembang jumlah asetnya. Tetapi ada kelemahan dalam hal pertanggungjawaban maupun pengawasannya.

PNPM berakhir di tahun 2015 sesuai dengan petunjuk Pemerintah, lembaga yang mengelola berubah jadi Unit Pengelola Kegiatan yang lemah pada sisi badan hukum usaha yang tidak jelas hingga tidak bisa menjalin kerjasama dengan lembaga Perbankan dan lembaga lainnya.

PNPM atau saat ini menjadi UPK yang bergerak dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai dinas yang tepat atau sebagai pembina dan penasehat adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) untuk Pemerintahan Kabupaten dan Bapermaskot untuk Pemerintahan Kota.

Di Kabupaten Kendal, oleh Kadis Bapermasdes Kab. Kendal Drs. Wahyu Hidayat, PNPM/UPK diganti menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama, atau dinamakan BUMDesMa. Dan sebanyak 16 dari 20 kecamatan di Kabupaten Kendal yang memiliki PNPM/UPK salah satunya adalah Kecamatan Sukorejo sudah berganti nama menjadi BUMDes Bersama (BUMDesMa) “Amanah” Dan oleh Kabid. Pemberdayaan Masyarakat Desa Drs. Mardi Edi Susilo, dinyatakan sebagai perintis BUMDesMa di Kabupaten Kendal dengan jenis kegiatan usaha seperti: Simpan Pinjam Perempuan (SSP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

BUMDesMa Sukorejo yang berkantor di dekat pasar Sukorejo sangat strategis dalam geraknya yang membantu kaum perempuan berupa pinjaman modal usaha tanpa memakai jaminan yang berazaskan kepercayaan. Oleh Direktur BUMDesMa “Amanah” Sukorejo Tomi Setiawan disampaikan, usaha simpan pinjam khusus untuk kaum perempuan ini bertujuan untuk membantu para suami-suami yang berpenghasilan kurang mencukupi kebutuhan keluarga.

Pinjaman paling sedikitnya Rp 1 juta hingga Rp 5 juta-an diharapkan bisa berkembang bila dijalankan oleh perempuan. Selain itu biasanya kaum hawa ini soal keuangan lebih bisa dipercaya. “Resiko macet kecil sekali,” tegas Tomi kepada wartakadin.com saat ditemui di kantornya belum lama ini.

pinjaman untuk perorangan berjumlah 928 orang, juga diberikan lewat kelompok. Saat ini sudah ada 110 kelompok di wilayah kerja BUMDesMa Sukorejo. Hingga aset yang dimiliki sudah mencapai Rp. 1,8 miliar dalam hitungan tutup buku akhir tahun 2019. Sedangkan dalam pengembangan usaha lain selain simpan pinjam dalam waktu dekat akan membangun SPBU di lokasi Sukorejo yang sudah mendapatkan dukungan investasi dari Lembaga Perbankan di Sukorejo. Dan secara managemen BUMDesMa Amanah ini walaupun berstatus mandiri tetapi dalam pertanggungjawaban keuangan tetap dalam pengawasan Inspektorat Kabupaten Kendal dan Lembaga Jasa Keuangan Negara. (Sriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *