Wed. Oct 28th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Buntut Penutupan Jembatan Timbang, Warga Kaliwungu Kendal Menduga PT. Hutan Nilam Persada Bermasalah

2 min read

Sebelumnya diberitakan adanya penutupan dua jembatan timbang yang dibangun di atas tanah tepi jalan menuju Pelabuhan Kendal milik PT. Hutan Nilam Persada yang berkantor di Jl. Wonorejo Arteri Kaliwungu Kabupaten Kendal. Dari informasi masyarakat sekitar PT. Hutan Nilam Persada diduga bermasalah dengan modus mengajak kerjasama pihak lain (kontraktor) untuk melakukan pekerjaan urugan.

Penutupan jembatan timbang milik PT. Hutan Nilam Persada sendiri dilakukan oleh Bupati Kendal pada hari Selasa (19/5/2020) dengan police land. Dari salah satu warga masyarakat sekitar TKP sudah lama mencurigai keberadaan PT tersebut yang terlihat belum jelas jenis pekerjaan dan kegiatannya. Juga disebutkan hingga kini belum pernah melihat figur pimpinan PT tersebut. Yang bisa dilihat hanya beberapa karyawan keluar masuk kantor. Selain itu, hingga kini seperti dikeluhkan pemilik gedung yan menyampaikan bahwa PT. Hutan Nilam Persada sebagai pengontrak kantor sudah berjalan selama tiga bulan ini belum bayar uang kontraknya.

Wartakadin.com saat lakukan konfirmasi di kantor PT. Hutan Nilam Persada di Jl. Wonorejo Arteri Kaliwungu kemarin (20/5/2020) tidak bisa menemui pimpinan PT tersebut yang ditemui hanya beberapa karyawan yang mengatakan bahwa pimpinan tidak berada di kantor. Sementara di dinding kaca depan kantor tertempel beberapa lembar pengumuman, diantaranya menyebutkan, kepada para kontraktor PT. Hutan Nilam Persada Huni Moka yang menyampaikan surat permohonan pekerjaan ditandatangani Saifullah Nur Ilham sebagai Direktur Utama PT tersebut untuk proyek penimbunan kawasan industri Hutan Nilam Mororejo Kaliwungu atau diluar areal Kawasan Industri Kendal (KEK).

Tetapi realitanya, para kontraktor yang sudah mendapatkan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) mengeluhkan karena dimintai uang muka dengan alasan untuk biaya timbang. Diantaranya seperti dialami PT. Prima Global Karya yang beralamat di Kelurahan Jaka Setia Kecamatan Bekasi Selatan Kabupaten Bekasi sudah keluarkan uang sebanyak Rp. 85 juta tetapi belum memperoleh perintah kerja. Selain itu juga ada Kontraktor Demak sudah keluarkan uang Rp. 250 juta, dan mungkin yang lainnya, seperti yang disampaikan Ucap BS sebagai juru bicara warga masyarakat setempat.

Lebih lanjut, masyarakat menaruh curiga PT tersebut katanya sudah mengantongi izin prinsip dari BPM PTSP Kab. Kendal untuk membebaskan areal sebelah timur sepanjang jalan masuk Pelabuhan Kendal untuk dipadatkan. Tetapi hasil cek lapangan, lahan untuk lokasi pengurugan tidak ada nama yang menjadi pemilik nama PT. Hutan Nilam Persada, yang ada nama PT lain.

Para kontraktor yang sudah dimintai uang muka sudah tidak sabar itu juga bersama-sama dengan pihak ketiga yang bangun dua jembatan timbang akan melapor ke Polisi karena juga belum mendapatkan ongkos pembuatan jembatan timbang yang saat ini sudah di police land karena tidak berizin itu. (Sriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *