April 23, 2024

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Bupati Kendal Laporkan LKPJ TA. 2023 Dalam Rapat Paripurna DPRD Kendal, Angka Kemiskinan Masih Tinggi

1 min read

Kendal, wartakadin.com Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kendal pada Senin, 25 Maret 2024 di ruang sidang DPRD Kendal, Bupati Kendal Dico M Ganinduto menyampaikan LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2023 kepada DPRD Kabupaten Kendal dengan sebut capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kendal menunjukkan ke arah positif pada setiap tahun.

IPM Kendal pada tahun 2022 sudah mencapai di angka 73,19 dan mengalami peningkatan menjadi 73,86 pada tahun 2023. Dan capaian perkembangan IPM Kabupaten Kendal ini disampaikan Bupati Kendal, lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 73,39.

Kemiskinan di Kendal ini dapat dilihat dari indikator prosentase penduduk miskin, dimana Kendal mengalami trend penurunan setiap tahunnya. Yaitu, tahun 2022 sebesar 9,48 persen menjadi 9,39 persen di tahun 2023.

Sementara Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun pada pembukaan Musrenbang Kabupaten Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Senin (25/3/2024) menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Kendal ternyata lebih tinggi dari pada angka kemiskinan Nasional.

Selanjutnya dikatakan, tingkat kemiskinan ini berbanding lurus dengan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kendal tahun 2023 sebesar 5,67 persen. Sedangkan angka pengangguran nasional sebesar 5,32 persen. Untuk itu, ungkap Makmun, pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Kendal harus menjadi prioritas utama untuk segera diselesaikan.

Selain itu juga menyinggung pembangunan jalan kabupaten untuk menjadi prioritas juga. Dari data yang ada masih memiliki jalan rusak berat di angka 67.531 KM. Rusak sedang diangka 64.644 KM. Dan jalan baik sedang memiliki angka 261.606 KM serta Jalan baik sepanjang 388.290 KM. “Ini menjadi prioritas agar Pemerintah kedepan, khususnya jalan-jalan rusak berat menjadi prioritas,” imbuhnya.

Menyinggung pembangunan pasar Weleri yang menggunakan APBD Kendal sebesar Rp 55 miliar untuk diselesaikan tahap kedua. “Karena masih banyak pedagang pasar Weleri belum tercover di pasar Weleri saat ini,” pungkasnya.

Sriyanto

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *