Sab. Okt 16th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

BUTUH WAKTU Menghapus MONEY POLITIK Dalam Praktek DEMOKRASI Di Indonesia

2 min read

Semarang, wartakadin. “Model demokrasi di Indonesia yang paling tepat itu, seperti apa” Sebuah keniscayaan yang tidak mudah terjawab walau oleh sekalipun puluhan pakar ilmu politik Indonesia.

Karena untuk menggeser ataupun merubah budaya money politic yang sudah melekat di kehidupan demokrasi di Indonesia dengan model Demokrasi Substansial itu tidak mudah.

Hal ini butuh waktu, kesadaran dan komitmen bersama. Meski ada yang menjawab, hal ini bisa terjadi apabila rakyat Indonesia sudah tidak ada lagi yang miskin. Atau, sila ke lima Pancasila sudah terwujud. Yakni : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Demikian fenomena perpolitikan di Indonesia mulai dipecah melalui pendidikan politik kewarganegaraan bagi masyarakat melalui Live Tolkshow “Panggung Demokrasi” Tahun 2021 bertemakan : Mendorong Partai Politik Menjadi “Jalan Raya” Menuju Demokrasi Substansial berlangsung sehari, Rabu ( 23/10) di Ballroom Diamond Hotel Pessona Jl. Depok No. 33 Kembangsari kota Semarang.

Kegiatan, undangan diikuti 17 partai politik peserta Pemilu 2019, Tim Sukses dan Ormas Pemuda kota Semarang. Adapun penyelenggara adalah dari Kesbangpol Kota Semarang yang menghadirkan narasumber Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Diponegoro, Prof. Budi Setiyono, Mh.D, M.Pol. menyampaikan porspektif “Antara Demokrasi Prosedural dan Substansial”. Juga dari Komisi A DPRD Kota Semarang diwakili Sodri. Sedang dari Ka.Kesbangpol Kota Semarang diwakili Joko dengan porspektif “Peran Pemerintah Menuju Demokrasi Substansial” yang dipandu seorang penyiar Radio Idola Semarang.

Prof. Budi Setiyono menyampaikan, awal sejarah politik lahir sejak zaman Romawi dengan munculnya kelompok-kelompok masyarakat. Dan Revolusi Industri di Inggris Tahun 1817 adanya ancaman Kaum Kapitalis melahirkan kelompok-kelompok yang dipelopori Torry dan Willis membentuk Partai Demokrasi dan Partai Liberal.

Di Indonesia, eksistensi partai politik dalam perebutan suara rakyat hal ini tergantung dari kemampuan pendanaan partai dari atas, bukan dari bawah. Artinya, gelontoran dana besar kecilnya dari atas dalam menghidupkan mesin partai kebawah yang langsung bersentuhan dengan rakyat akan berpengaruh terhadap lemah dan kuatnya dukungan suara yang didapatkan dari rakyat.

Sementara, sumber dana dari pemerintah untuk kebutuhan Parpol jauh dari ideal. Saat ini baru sekitar 1,5 persen dari kebutuhan partai. Sedangkan idealnya 50 persen.

“Atau sebesar Rp 3.000,- per suara. Sudah ada kenaikan menjadi Rp 5.000,- per suara tetapi belum cair,” ungkap Sodri.

Keterbatasan ruang gerak Parpol dalam upaya penggalian dana swadaya parpol, berasal dari iuran anggota sangat sulit. Aturan Parpol tidak boleh memiliki badan usaha. Sehingga dalam perebutan kursi DPR dan DPRD, kecenderungan dari mengandalkan figur atau finansial caleg di masing-masing partai dalam merebut simpatisan dan suara rakyat.

Selama Masyarakat pemilih masih bersifat prakmatis dengan tuntutan kepada Partai Politik (Parpol) secara moral, tuntutan terpenuhi kebutuhan masyarakat masih tinggi. Atau pengertian masyarakat, melalui Parpol, segalanya bisa terpenuhi.

Maindset masyarakat ini bisa dirubah, apabila kebutuhan hidup sudah terpenuhi (sejahtera). Atau sudah tidak ada lagi warga yang miskin.

Bila ini terjadi, ungkap Prof. Budi Setiyono, budaya money politik akan pudar dengan sendirinya. “Masyarakat berubah menjadi pemilih yang cerdas, ideal dan akuntabel. Demokrasi Substansial yang diidam-idamkan, masih butuh waktu panjang,” tambahnya.

Lebih lanjut, demokrasi butuh biaya tinggi di Indonesia yang saat ini masih Prosedural. Masih perlu perjuangan terpenuhinya kebutuhan dalam bidang ekonomi, pendidikan, kultur dan budaya yang dimulai dari kegiatan yang terus disosialisasikan. Yakni, pendidikan politik kewarganegaraan bagi masyarakat dimulai dari partai politik peserta Pemilu dan Ormas Pemuda di kota Semarang. Demikian harapan Pemerintah kota Semarang melalui kegiatan seperti ini. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *