Fri. Oct 30th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Cara Jitu dan Efektif Membangun Brand Perusahaan

3 min read

Brand atau merek adalah identitas dari sebuah produk di pasar. Brand sendiri berfungsi sebagai value indicator yaitu menggambarkan seberapa kokoh value atau nilai yang ditawarkan kepada pelanggan. Brand menggambarkan nilai yang ditawarkan dan mempunyai peranan penting bagi konsumen dalam menetapkan pilihannya. Brand atau Merek dianggap sebagai aset perusahaan yang paling berharga.

Merek mempunyai kontribusi yang sangat penting bagi jalannya sebuah industri, apapun bentuknya. Mengembangkan brand atau membangun strategi branding adalah hal penting yang harus dilakukan untuk perusahaan profesional.

Euforia penggunaan sosial media (facebook, twitter, google dan lain-lain) melalui internet sudah menjadi trend di masyarakat kita, tentunya hal ini mempengaruhi perubahan perilaku dimasyarakat dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Kondisi ini didorong oleh 2 hal yang mendasar yakni perilaku baru orang kota dan revolusi teknologi. Pertumbuhan pengguna sosial media tentunya harus dimanfaatkan perusahaan dalam meraih konsumen dengan cara melakukan inovasi dalam melakukan bisnis, pemasaran dan berkomunikasi secara online. Bagaimana menjadikan semua pegawai menjadi Brand Ambasador.

Sejauh mungkin libatkan karyawan untuk menjadi brand ambasador di media sosial. Anda tak perlu membayar Artis papan atas dengan biaya ratusan juta untuk menjadi brand ambassador. Anda cukup minta sebanyak mungkin karyawan untuk menjadi pembela merek yang fanatik sekaligus otentik. Saya punya teman yang sangat aktif bermedia sosial. Dia adalah seorang Ketua Serikat Pekerja di perusahaannya. Saya melihat teman saya ini adalah role model bagi Brand Ambassador perusahaannya di media sosial. Ia menjadi “penjaga citra” perusahaanya, ia melakukan fungsi customer service bagi perusahaannya; bahkan ketika ia sedang melakukan kegiatan bakti sosial organisasi yang dipimpinnya, ia dan rekan-rekannya yang kebetulan ada juga dari departemen marketing/sales, dengan sabar menjelaskan dengan baik bisnis perusahaannya, karena kebetulan nama perusahaannya sering dipersepsikan dengan nama sebuah merek detergen. Perusahaan tersebut mempekerjakan kurang lebih 7000 orang, dan saya melihat karyawannya begitu loyal dengan perusahaannya. Hal ini tercermin dari berbagai barang yang mereka pakai sehari-hari, dari baju, celana, kaos, jaket, sampai topi, boleh dibilang hanya “CD” yang mungkin tidak ada nama perusahaannya. Mereka rela untuk membelinya, dan barang tersebut juga diperjualbelikan di koperasi perusahaan. Perusahaan ini bergerak di bidang otomotif dan merupakan perusahaan komponen otomotif terbesar di Indonesia, tetapi brandnya tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas, masyarakat lebih mengenal brand mobilnya. Bahkan salah satu produknya yaitu AC Denso, saat ini sudah 80% mobil yg diproduksi di Indonesia menggunakan AC buatannya.

Alangkah indahnya jika semua karyawan menjadi brand ambassador di Twitter atau Facebook, bukan hanya karena low budget high impact, tapi yang lebih penting lagi, merek menjadi lebih human. Dalam sebuah acara Family Gathering yang dilakukan perusahaan tersebut, hanya selang beberapa menit acara berlangsung, karyawan akan dengan suka rela untuk membahagiakan kebersamaannya bersama keluarga dan managemen perusahaan. Andaikata ada 5.000 karyawan melakukan hal yang sama, dan katakan rata rata mereka masing masing mempunyai 1.000 orang follower, maka potensi audiens yang mengetahui acara tersebut akan mencapai 5.000.000 orang, itu belum termasuk kalau ada follower yang me-retweet. Itu baru tweeter, belum facebook dan media sosial lainnya. Maka saya bisa katakan ini adalah viral marketing yang maha dahsyat. Komunikasi event tersebut saat itu juga akan sampai ke publik secara luas, sehingga Denso bisa saving cost tak perlu pasang iklan event tersebut di koran atau TV esok paginya.

Betapa luar biasanya peran karyawan sebagai brand ambassador, bisa dikatakan setiap karyawan adalah brand ambassador. Karyawan adalah aset tersembunyi yang akan menjadi penyebar informasi positif, pencipta conversations, dan pembela fanatik di media sosial. Setiap karyawan dapat berkontribusi menyebarkan pesan-pesan positif perusahaan ke publik.

Tapi sayangnya tidak banyak perusahaan yang sadar akan potensi karyawan sebagai branding strategy yang baik untuk meningkatkan positioning di mata konsumen. Dari diskusi dengan teman-teman, jarang sekali saya temui perusahaan yang mempunyai kebijakan untuk menganjurkan karyawannya untuk aktif di media sosial. Pesatnya perkembangan media sosial sebaiknya disikapi dengan arif, mungkin juga perlu dibuat Social Media Policy, karena seperti kita lihat di musim politik, antar karyawan saling serang terhadap rekannya yang berbeda pilihan politik, dan ini tentunya juga akan memberi dampak citra yang tidak baik terhadap perusahaan. Perusahaan harus memberdayakan dan mendorong seluruh karyawannya untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan mengabarkan pesan-pesan positif ke masyarakat dan pemangku kepentingan di luar perusahaan. Social media policy mengawal karyawan sehingga interaksi mereka di media sosial sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter yang dianut perusahaan.

Penulis : WIWIT SUGITO, Mahasiswa MM.Tech, President University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *