Sat. May 8th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

DEMAM HARBOLNAS MENGANGKAT BRAND LOKAL KE PASAR GLOBAL

2 min read

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang jatuh pada Kamis (12/12/2019) digadang-gadang oleh pemerintah akan membantu perekonomian nasional dan menggerakkan bisnis mikro yang ada di kalangan akar rumput.

Harbolnas adalah singkatan dari Hari Belanja Online Nasional. Pada hari belanja online nasional ini, bisa mendapatkan promo dan diskon besar-besaran dari berbagai website e-commerce dan toko online. Acara tahunan ini pertama kali diadakan pada 12 Desember 2012 oleh tujuh website e-commerce Indonesia mulai dari Lazada sampai Bukalapak.

Pada peluncuran perdananya pada 12 Desember 2012, Harbolnas ditujukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai belanja online. Masalah yang dihadapi yaitu, para pengguna yang menjadi target sasaran perusahaan e-commerce masih banyak yang merasa takut dan ragu untuk membeli barang secara online. Oleh karena itu, Lazada bersama Zalora, Berrybenka hingga Traveloka mengadakan program ini untuk memberikan kesadaran terhadap budaya belanja online. Meski Harbolnas diikuti oleh berbagai brand dari beragam jenis layanan atau produk, bukan berarti mereka akan bersaing mendapatkan pelanggan. Melainkan, Harbolnas bertujuan agar setiap brand dan website atau aplikasi e-commerce saling merangkul satu sama lain sehingga bisa mendapatkan keuntungan bersama. Selain itu, para penyelenggara Harbolnas juga berharap agar usaha kecil dan menengah ataupun lokal tidak ragu lagi untuk menggunakan aplikasi dan website e-commerce sebagai media berjualan mereka.

Riset McKinsey menyebutkan online commerce di Indonesia berkembang pesat dan akan terus bertumbuh mencapai US$ 65 miliar per tahun pada tahun 2022. Angka ini delapan kali lebih dari US$ 8 miliar yang dicetak pada tahun 2017. Selain itu, online commerce diprediksi akan mampu membawa brand-brand lokal menuju pasar global. McKinsey mengestimasi bahwa online commerce dapat memfasilitasi ekspor baru senilai hingga US$ 65 milliar, atau setara dengan 40% dari ekspor manufaktur saat ini. Ekspor bertumbuh karena para pengrajin dan penjual lokal menggunakan platform online untuk menjangkau konsumen internasional.

Di sisi yang lain, online commerce memberikan keuntungan sosio-ekonomi. Para konsumen di daerah-daerah kecil di luar Jawa kini mempunyai pilihan produk lebih luas. Mereka bisa membeli berbagai produk dengan harga hingga 25% lebih hemat dibanding harga-harga di toko-toko ritel di Jawa. Online commerce juga mendukung pemerataan inklusi finansial. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah yaitu mendukung perusahaan menengah dan besar untuk meningkatkan penjualan melalui online commerce. Hal ini bisa mendorong pertumbuhan PDB sebesar US$ 150 miliar.

Penulis : Yoga Perwira Ari Nugraha, mahasiswa MM.Tech President University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *