Sat. Oct 24th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

DPR Setujui Anggaran Kemenko Perekonomian 2020 Sebesar Rp. 409,35 Miliar

2 min read

Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR RI) menyetujui usulan pagu indikatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2020 sebesar Rp409,35 Miliar. Angka tersebut turun sebesar Rp4,8 Miliar dari pagu anggaran tahun 2019.

Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution menerangkan, instansinya telah menetapkan 26 program prioritas untuk tahun 2020 mendatang. Program-program tersebut sejalan dengan tema besar RKP 2020 yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Pertumbuhan Berkualitas.

“Program Prioritas dan Program Reguler Kemenko Perekonomian mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2019. Artinya, penurunan anggaran tidak berarti menurunkan kinerja kantor kami,” ujarnya dalam rapat kerja anggaran kementerian bersama Banggar DPR RI, Kamis (29/8), di Jakarta.

Kemudian mengenai tingkat penyerapan anggaran Kemenko Perekonomian s.d 26 Agustus 2019 menunjukkan realisasi yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Per 26 Agustus 2019 ini, penyerapan anggaran sudah mencapai 61,0%, sedangkan di periode yang sama tahun 2018 baru mencapai 56,1%.

Menko Darmin juga menyinggung mengenai perkembangan ekonomi Indonesia. Ia meyakini bahwa Indonesia semakin tumbuh berkualitas. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren peningkatan yang semaki positif di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Tingkat inflasi juga tercatat rendah dan terkendali sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN. Iklim Investasi Indonesia pun membaik. “Pencapaian tersebut turut berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi Indonesia,” sambungnya.

Semua lembaga pemeringkat juga telah menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi investment grade (BBB/Stable). Dasar penilaian tersebut adalah prospek pertumbuhan ekonomi yang tinggi, fundamental ekonomi yang kuat, dan kebijakan pemerintah yang pruden.

Tak hanya itu, Indonesia masih memiliki daya tarik sebagai negara tujuan investasi berdasarkan penilaian The Economist dan IMF. Berdasarkan penilaian IMD World Competitiveness Yearbook (WCY), peringkat daya saing Indonesia juga naik 11 peringkat dari peringkat 43 menjadi peringkat 32 pada tahun 2019, serta menjadi negara dengan peningkatan tertinggi di Asia Pasifik.

Terkait sasaran pembangunan ekonomi di tahun 2020, Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan sebesar 8,5-9,0%, tingkat pengangguran sebesar 4,8-5,1%, dan rasio gini sebesar 0,375-0,380.

Adapun asumsi makro dalam Rancangan APBN tahun 2020 antara lain: pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,3% (yoy), inflasi 3,1 % (yoy), nilai tukar rupiah sebesar Rp14.400 per US$, harga minyak di angka 65 US$/barel, lifting minyak di angka 734 ribu barel/hari, dan lifting gas sebesar 1.191 BOE/hari.

Rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Banggar DPR RI, Kahar Muzakir ini juga membahas Anggaran 2 (dua) Kementerian Koordinator lainnya, serta turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, para Anggota Badan Anggaran DPR, serta pejabat eselon 1 dari Kemenko terkait.

Sumber : ekon.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *