Mon. Oct 26th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Festival Dalang Cilik Dan Remaja Pencarian Bibit Dalang Profesional Di Kabupaten Kendal

2 min read

Ditengah musim Pandemi Covid 19, PEPADI Kabupaten Kendal pada hari Minggu (11/10/2020) telah menyelenggarakan festival dalang cilik dan remaja secara vertual yang mengikuti aturan protokol kesehatan untuk tetap menjaga jarak, memakai masker baik peserta festival, pengrawit, sinden, panitian, dewan juri dan para pembimbing dalang.

Festival dalang cilik dan remaja dilakukan di ruang pelatihan karawitan Boja Laras di dalam gedung kantor Kospin Artha Jateng yang beralamat di jalan raya Boja – Kaliwungu KM 1 Boja Kabupaten Kendal dimulai dari jam 9.00 hingga selesai jam 16.00 wib yang diikuti 8 dalang cilik rata-rata Usia maksimal 14 tahun dan 2 dalang remaja usia dibawah 19 tahun.

Adapun penyelenggaraan festival dalang cilik dan remaja ini bertujuan sebagai ajang pencarian bibit dalang yang memiliki bakat untuk modal yang nantinya bisa menjadi dalang yang profesional. Ungkap Soesanto Wedi yang menjabat sekretaris PEPADI Kendal juga menjadi ketua panitia penyelenggara.

Festival berlangsung diawali tampilan delapan dalang cilik bernama M. Hanif Iqbal Latif, Diwan Galih, Anggito Jagad Mardhiko, Yobi Kurniawan, Novandra Dias L, Galih Mandala Latu W, M. Fahri nada S, dan M. Taufik rata-rata masih duduk bangku klas IV hingga klas VI Sekolah Dasar yang memainkan wayang kulit dengan durasi 35 menit dengan lakon Gatutkaca Wisuda, Taman Maerokoco, Sumilaking Pedut Ekocokro dan Anoman Obong hingga dilanjutkan dua dalang remaja bernama Rizki dan M. Farkhan A tampil dalam durasi satu jam.

Dalang cilik dan remaja ini baru taraf belajar yang mewakili Korwil Boja, Korwil Limbangan, Korwil Sukorejo, Korwil Weleri, dan Korwil Cepiring. Untuk memperoleh penilaian terbaik dari tiga dewan juri ( Raden Haryo Wiharto Citro Nagoro, Sutoro Hadi Busino, M. Nyaryanto, S.Kar) dengan kriteria penilaian: Penguasai cerita (garap lakon, Sanggit, Cepengan (memainkan wayang kulit), Gedog dan Keprakan, Ontowecono dan Tampilan.

Festival berlangsung sukses membuat Soesanto Wedi puas atas tampilan mereka yang rata-rata masih taraf belajar. “Ternyata animo untuk melahirkan generasi dalang ini masih cukup besar di Kabupaten Kendal. Setiap tahun bertambah jumlah pesertanya yang menunjukkan kecintaannya terhadap seni wayang kulit masih melekat di hati masyarakat,” ungkapnya.

Pemenang festival dalang cilik dan remaja tingkat Kabupaten Kendal ini untuk maju ke tingkat Karisidenan Semarang yang tahun depan maju ke tingkat Karesidenan Semarang. Mereka adalah hasil dari asuhan sanggar pedalangan lima kawedanan di Kabupaten Kendal. Demikian Soesanto Wedi menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *