Ming. Sep 25th, 2022

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Ganjar Pranowo Sidak Di SPBN Bandengan Kendal, Cek Solar Untuk Nelayan 

2 min read

Kendal, wartakadin.com Mendapatkan adanya keluhan dari para nelayan Bandengan Kendal terkait kesulitan dalam mendapatkan BBM Solar, Gubernur Ganjar Pranowo lakukan sidak ke lokasi SPBN Bandengan Kendal pada Kamis (15/9/2022).

Ganjar Pranowo di SPBN Bandengan didampingi Bupati Kendal Dico M Ganinduto dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kendal, melihat langsung bagaimana kondisi nelayan saat ini yang kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak untuk perahunya bisa lancar mencari ikan di laut Kendal.

Di SPBN Bandengan itu terlihat para isteri nelayan sedang antri untuk mendapatkan jatah BBM dengan kartu pas yang dimilikinya, disitu Ganjar menyempatkan bertanya jawab dengan ibu-ibu, para isteri nelayan yang menyampaikan keluhannya.

Antrian panjang di SPBN Bandengan ini dikarenakan kuota BBM solar terbatas, untuk itu Gubernur Ganjar Pranowo meminta kepada BP Migas menambah kuota solar untuk nelayan seperti yang dilaporkan oleh Bupati Kendal secara keseluruhan di kabupaten Kendal masih kekurangan sekitar 6.000 kilometer.

Terkait adanya kesulitan ketersediaan BBM solar untuk nelayan ini, Gubernur Jawa Tengah meminta, perlu ada perbaikan sistem yang lebih mudah bagi nelayan. “Perbaikan sistem itu supaya para nelayan mudah untuk mendapatkan solar dan kuota solar tersedia setiap hari seperti yang dibutuhkan nelayan,” harap Gubernur Ganjar.

Juga kepada HNSI Kendal, Ganjar meminta agar para nelayan itu di data, bila ada yang miskin diajukan untuk mendapatkan bantuan pemerintah. “Pastikan anggota HNSI Kendal dapat bantuan seperti alat penangkapan ikan, perbaikan perahu dll, minta ke Pak Dico. Kalau dana sudah habis, baru minta saya,” Gubernur Ganjar sarankan.

Sementara keluhan nelayan disampaikan Muh Ansor katakan, sudah satu tahun ini sering kesulitan mendapatkan solar di SPBN. “SPBN tidak buka setiap hari, tetapi dua atau tiga hari sekali. Hampir satu tahun ini, solar telat terus yang terkadang satu Minggu buka dua atau tiga kali,” keluhnya.

Ketua HNSI Kendal Triono sampaikan, kebutuhan solar sudah diajukan sesuai dengan pengajuan data nelayan terbaru. “Untuk perahu Bandengan ada 500 perahu yang disingkronkan dengan data sekarang dengan asumsi tiga mesin hingga stock solar di SPBN bisa menyesuaikan kebutuhan perahu saat ini. Data yang dulu satu perahu rata-rata dua mesin butuh 20 ribu liter saja. Tetapi sekarang sudah berkembang satu perahu ada yang pakai tiga mesin,” tuturnya.

Untuk mendapatkan tambahan kuota, Direktur Perusda Kendal Agus Priyo Kusumo jelaskan, tahun 2022 ini, kuota solar sudah ditambah sebanyak 396 kiloliter dari kuota solar nelayan tahun lalu. Pada tahun 2021 kuota solar nelayan di Kabupaten Kendal sebanyak 7.204 kilometer, sementara kuota di tahun 2022 sebanyak 7.600 kilometer. “Apabila kuota solar di SPBN saat ini masih dirasa kurang, kami bisa mengajukan lagi lewat DKP untuk diteruskan ke provinsi agar disampaikan ke BP Migas,” tuturnya.

Agus Priyo juga jelaskan terkait pendistribusian solar di SPBN Bandengan, untuk bulan September ini kuotanya sebanyak 192 kilometer. Pengiriman solar dibagi menjadi 12 rit dan di SPBN diakui dilakukan dua hari sekali dengan pengiriman tanki dua hari sekali. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru