Ming. Sep 25th, 2022

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Gelar Wayang Kulit, Meriahkan Tradisi Merti Desa Darupono Kaliwungu Selatan

2 min read

Kendal, wartakadin. Merti desa atau sedekah bumi, menjadi tradisi masyarakat desa yang setiap tahun diadakan untuk menciptakan kerukunan, kedamaian dan kemajuan masyarakat desa.

Darupono salah satu desa memiliki wilayah strategis menjadi penghubung antara kota Semarang dengan Kabupaten Kendal melalui jalan tembus Podorejo – Darupono, dan jalan perlintasan Boja – Kaliwungu Selatan yang setiap hari terlihat ramai kendaraan roda dua dan empat bisa memicu tumbuhnya ekonomi warga setempat.

Adat dan istiadat yang sangat kuat itu, hingga budaya pun terus dilestarikan seperti pementasan wayang kulit siang dan malam hari.

Pementasan wayang kulit pada Merti Desa tahun ini (16/6/2022) begitu meriah yang menyedot warga datang melihat hiburan yang sangat dinantikan selama adanya Covid -19 menjadi Pandemi di Indonesia.

Kepala Desa Darupono Agus Subaidi dalam sambutan menyampaikan, pagelaran wayang kulit malam ini dalam rangka Merti Desa (Kamis Pon) di halaman Balai Desa Darupono Kaliwungu Selatan dengan menampilkan Dalang Ki Mangun Yuwono, S.Sn dari Sanggar Seni Pacul Goang Comal Pemalang dengan lakon “Wahyu Widayat”.

Dikatakan, dihadiri Camat Kaliwungu Selatan, Para Kepala Desa se Kecamatan Kaliwungu Selatan, Muspika, BPD, RT/RW dan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Juga masyarakat dan para pedagang berjajar di pinggir jalan disekitar balai desa.

Disampaikan pula, pagelaran wayang kulit dalam memeriahkan Merti Desa ini terlaksana karena dukungan dari para donatur dan RT/RW. “Saya ucapkan terima kasih dengan dukungan dana secara sukarela tanpa membebani masyarakat,” tuturnya.

“Dengan Merti Desa, saya berharap desa Darupono maju dan rakyatnya sejahtera,” imbuhnya.

Sementara Camat Kaliwungu Selatan Renggo Kardjilah katakan, tujuan Merti Desa untuk melestarikan tradisi masyarakat turun temurun yang dilaksanakan setiap tahun meskipun secara sederhana.

“Tahun ini sudah ada instruksi Presiden boleh melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang di tempat terbuka dengan memakai masker dan mematuhi 5 M,” tuturnya.

Dikatakan pula, setelah Covid -19 mereda, perekonomian masyarakat sudah mulai bergerak. Diharapkan dengan tradisi Merti Desa, masyarakat mendapatkan penyegaran dan hiburan yang mendorong semangat beraktivitas untuk bangkit dari masa Pandemi. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru