Fri. Apr 23rd, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Ikuti Prosedur Dan Tahapan Untuk Jadi Pengembang Kawasan Industri

2 min read

Kendal, wartakadin.com. Kepala DPMPTSP Kabupaten Kendal Anang Widiasmoro, SSTP, MM saat ditemui wartakadin.com menyampaikan prosedur dan tahapan yang harus dilakukan PT sebagai pengembang kawasan industri.

Jelasnya ijin prinsip dikeluarkan oleh DPMPTSP kepada PT yang menyampaikan data luasan tanah yang akan dibebaskan. Kepada pemilik harus lakukan sosialisasi dan persetujuannya.

Setelah dapat riwayat tanah kemudian didaftarkan ke BPN untuk mendapatkan surat Pertimbangan Teknis Perencanaan (PTP) hingga ijin lokasi keluar untuk mengurus status tanah. Pengalihan status tanah ke PT dari Hak Milik (HM) ke IMB yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup baru PT memiliki ijin operasional.

Pada prinsipnya yang perlu dipahami kata Anang, “Hukum perijinan dengan Hukum Jual Beli itu berbeda”.

Hal tersebut disampaikannya menyinggung keberadaan PT. Bintang Seroja Propertindo yang sudah mengantongi ijin prinsip, oleh Anang dinilai pasif. “Ijin prinsip berlaku satu tahun. PT. Bintang Seroja Propertindo dikatakan sudah perpanjangan satu kali,” ungkap Anang. Dan sumber lain mengatakan, ijin prinsip PT. Bintang Seroja Propertindo habis pada bulan Januari 2021.

Kepada wartadin.com Anang katakan pula bahwa Pemerintah sangat terbuka kepada Investor Pengembang Kawasan untuk diberikan ijin lokasi untuk memperoleh hak atas lahan yang dibutuhkan sepanjang dapat memenuhi persyaratan sebagai Pengembang. “Bukan membeli sebidang tanah untuk dijual lagi,” jelas Anang.

Diketahui sebelumnya, PT. Bintang Seroja Propertindo yang sudah memiliki ijin prinsip sebagai pengembang kawasan industri di KEK Kendal diragukan kebonafitannya oleh warga Desa Sumberejo Kaliwungu Kendal.

Penilaian ini disampaikan warga sebanyak 12 orang dengan membuat surat pernyataan diatas meterai yang diketahui Kepala Desa Sumberejo Ngatman. Isi surat pernyataan menyebutkan warga tidak pernah merasa menerima DP/uang muka dari PT. Bintang Seroja Propertindo sebagai sarana mengikat warga bahwa PT tersebut sebagai calon pembeli tanah warga seluas 15 hektar di lokasi sebelah Utara Arteri Kaliwungu dalam wilayah Desa Sumberejo.

Wartakadin.com saat lakukan croscek, Kades Sumberejo Ngatman membenarkan bahwa warganya telah meminta dukungannya dalam membuat surat pernyataan yang isinya tidak merasa menerima DP dari PT. Bintang Seroja Propertindo.

Kekesalan warga ini diungkapkan karena tanahnya tidak bisa bebas dijual kepada PT lain selain PT. Bintang Seroja Propertindo.

Kades Ngatman juga menyatakan tidak memiliki pamrih apapun kepada warganya yang meminta dukungan atau perlindungannya.

Untuk meyakinkan kebenaran atas pernyataan warga, Ngatman menghubungi PT. Bintang Seroja Propertindo melalui lospeker jelas kedengaran dari jawaban yang mengatakan benar bahwa selama ini PT.Bintang Seroja Propertindo belum memberikan DP kepada warga Desa Sumberejo.

Para pemilik tanah kepada wartakadin.com menyatakan untuk tidak akan melepaskan tanahnya kepada PT yang tidak jelas kedudukannya dimana dan kebonafitannyapun diragukan. Selain itu, warga Kendal tidak ingin kecolongan yang kedua kalinya, ketika ijin prinsip didapat oleh PT. Nilam Persada dimana ujung-ujungnya adalah penipuan.

Selain itu disampaikan pula, DPMPTSP sebagai dinas yang bertanggung jawab atas terbitnya ijin harus selektif dalam rekrut investor agar kasus PT Nilam Persada tidak terulang lagi. (Tim investigasi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *