Kam. Sep 23rd, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Kades Nolokerto Nurfatoni Prakarsai Pelatihan Anyam Warganya

2 min read

Kendal, wartakadin. Musim Pandemi Covid 19 membuat banyak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat, terkait kemampuan ekonomi yang menurun dan ubah laku untuk selalu mengutamakan kebersihan dan kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Kabupaten Kendal dilihat dari kondisi alam yang beragam ini cukup membuat para Kepala Desa siap untuk berfikir keras melihat kondisi masyarakatnya yang terdampak Covid 19. Dana Desa biasanya untuk membiayai pembangunan phisik dan kegiatan sosial saat ini sebagian besar sudah tersedot untuk BLT yang dibagikan per bulan dari tahun 2020 hingga 2021. Dan sementara Siltap (Penghasilan Tetap) para perangkat desa belum cair. PR bagi Seorang Kepala Desa untuk tetap eksis menjalankan roda pemerintahan desa yang tidak juga mengesampingkan pelayanan dan kegiatan sosial membantu warganya kurang mampu.

Contohnya dari 266 desa di Kabupaten Kendal, desa Nolokerto di wilayah Kecamatan Kaliwungu masih beruntung disekitarnya terdapat aktivitas industri. Akan tetapi justru warganya tidak banyak yang terserap dapat bekerja di industri. Problematika ini membuat Kades Nolokerto Nurfatoni pensiunan kepala SD mengambil inisiatif membantu warganya untuk bisa beraktivitas yang bisa menghasilkan income per harinya.

Melalui mengetuk pintu PT. INIZIO bergerak di mebelair, akhirnya sebagian warga saat ini sudah memiliki bekal ketrampilan menganyam hingga bisa mengerjakan pekerjaan yang berasal dari industri mebel khusus rotan yang butuh tenaga mengayam dalam membuat jenis produk seperti sofa, meja, kursi, tak buku dll.

Kades Nolokerto Nurfatoni saat ditemui wartakadin.com sedang menemani 30 warganya sedang mengikuti pelatihan mengayam di balai desa setempat. Katanya, kegiatan ini sudah dimulai awal Januari 2021 yang mengusulkan 100 orang warga Nolokerto untuk mengikuti pelatihan mengayam. “Tetapi baru 30 orang yang bisa dilatih,” tuturnya.

Lanjutnya, yang dilatih mengayan bisa langsung menghasilkan jenis produk yang mendapatkan penghasilan. “Mereka ini ada yang mendapatkan income dari Rp 50 ribu hingga Rp 125 ribu per harinya,” jelas Nurfatoni. Dan besar kecilnya hasil sangat bergantung dengan jenis produk dan faktor kesulitannya. Nurfatoni menambahkan.

PT. INIZIO penghasil mebel rotan menurut informasi orang dalam, dan cerita Nurfatoni sudah memiliki jaringan pasar sampai keluar negeri. Dan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dibutuhkan tenaga yang memiliki ketrampilan khusus, contohnya menganyam.

Selain kegiatan pelatihan mengayam yang diprakarsai Nurfatoni, katanya untuk ditingkatkan dengan membuat tempat khusus untuk kegiatan produksi dan pelatihan. Karena Nurfatoni sudah menjalin kerjasama dengan PT. INIZIO untuk menjadi pemasok tenaga anyam dan pengerjaan produksi mebel rotan diluar pabrik.

Andaikan dari warga sudah tidak ada yang mau dilatih menganyam, Nurfatoni tetap akan menyelenggarakan pelatihan dengan mengambil orang luar desanya.

“Kegiatan ini harus terus berlanjut untuk membantu warga yang membutuhkan pekerjaan dan yang menganggur karena PHK,’ ungkap Nurfatoni yang ditemui wartakadin.com belum lama ini.

Selain itu diungkapkan, dengan kegiatan pelatihan mengayam khusus untuk warga desa Nolokerto Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal ini juga akan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kendal yang saat ini sedang membutuhkan anggaran untuk ruang produksi dan pelatihan. Karena untuk seterusnya, dikatakan tidak selalu bisa menggunakan balai desa untuk pelatihan dan produksi mebelair. Demikian harapan Nurfatoni disampaikannya lewat wartakadin.com (Sriyanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *