Fri. Oct 23rd, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

KADIN Dan HIPMI Bersinergi Kembangkan Wisata Industri

2 min read

Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, dengan keberadaan 10 kawasan industri besar. Selain membuka ratusan ribu lapangan kerja dan penyumbang pajak terbesar, kawasan industri sebenarnya punya potensi yang terpendam, yaitu wisata industri.  Dalam berbagai kesempatan, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja gencar mensosialisasikan mengenai wisata industri. Sektor yang satu ini bahkan ingin dijadikan sektor unggulan Pemkab Bekasi.

Baca juga : Pariwisata Kabupaten Bekasi Siap Dijadikan Sektor Unggulan

Upaya Pemda tersebut tentu tidak akan berjalan jika tidak ada peran swasta terutama para pengusaha. Hal inilah yang menjadi pokok pembahasan saat HIPMI Kabupaten Bekasi berkunjung ke Kantor Kadin Kabupaten Bekasi di Gedung Graha Pariwisata Komplek Stadion Wibawa Mukti.

Ketua HIPMI Kabupaten Bekasi Mohammad Azmi Robani menyampaikan, kami jajaran pengurus hari ini (12/9/19) bersilahturahmi ke Kantor Kadin Kabupaten Bekasi untuk ikut berpartisipasi pemotongan hewan qurban. Dan juga menjajaki kerjasama antara keduanya, khususnya dalam mengembangkan wisata industri yang saat ini sedang digalakkan oleh Pemkab Bekasi hingga Pemprov Jabar.

“Hasil pembahasan mengenai wisata industri ini akan kami masukkan dalam program prioritas HIPMI Kabupaten Bekasi setelah nanti kami dilantik yang rencananya bulan September. Sebelumnya kami masih tergabung ke dalam HIPMI Bekasi Raya. Kurang dari setahun lalu, HIPMI mengadakan Musyawarah Cabang dan diputuskan adanya pemekaran menjadi HIPMI Kota dan Kabupaten Bekasi. Juga diputuskan saya sebagai Ketua Umum HIPMI Kabupaten Bekasi,” ungkap Azmi.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Kadin Yaya Ropandi menyampaikan, kolaborasi antara KADIN dan HIPMI diyakini akan mampu mendorong wisata industri di Kabupaten Bekasi ini berkembang. “Kadin sudah diminta oleh Bajaj salah satu produsen mobil India untuk mengembangkan moda transportasi antar kawasan. Moda transportasi ini bisa menjadi alternatif angkutan penumpang yang nyaman namun bisa lebih fleksibel masuk ke gang-gang,” ungkap Yaya.

Bahkan menurut Yaya, kami akan coba buat aplikasinya seperti halnya grab dan gojek. Kehadiran bajaj ini tidak akan menyingkirkan keberadaan ojek pangkalan. Karena, nantinya kami ingin mengajak ojek pangkalan untuk bisa bergabung menjadi driver.  Selain untuk mengantar para karyawan ke tempat kerja, bajaj juga bisa mengantarkan wisatawan berkeliling dari kawasan ke kawasan.

Dalam diskusi juga dibahas mengenai  oleh-oleh dan souvenir khas Kabupaten Bekasi. Kadin ingin mendorong makanan khas Kabupaten Bekasi seperti Gabus Pucung bisa dibuka rumah makannya di rest area. Juga perlu penggalian lagi tentang makanan khas lainnya yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang wisatawan. Dan biasanya selain makanan, souvenir juga menjadi incaran wisatawan. Jika itu bisa dikembangkan maka akan menjadi peluang usaha khususnya bagi para UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *