Tue. Oct 20th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

KADIN Gadeng IWAPI Pelopori Produk Jabar Tembus Pasar Internasional

1 min read

Ketua Kamar Dagang Industri dan Perdagangan (Kadin) Jawa Barat Tatan Pria Sudjana menilai para pelaku usaha di Jabar sudah saatnya melakukan re-engeneering. Untuk itu Kadin Jabar siap menjadikan Jabar sebagai hub komoditas ekspor.
“Kadin Jabar telah diminta untuk menjadi pelopor agar Provinsi Jabar bisa menjadi Hub berbagai komoditas ekspor secara nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, Gubernur Jabar akan membangun infrastruktur turunannya agar mampu berkembang. Jabar ini harus berupaya, bagaimana agar bisa menjadi hub nasional untuk dunia. Ini perlu company agregator untuk akselerasi,” ujarnya.
Saat ini, menurut Tatan, perekonomian Indonesia terus menurun karena angka impornya terus naik dan ekspornya turun. Agar ekspor meningkat, harus dipikirkan bagaimana membangun produk-produk unggulan untuk menahan produk impor.
Dari data yang ada hampir 80 persen usaha yang ada di Jabar adalah mikro kecil. Oleh karena itu, dibutuhkan peran organisasi seperti IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Hal ini agar, bisa membangun step bisnis dari mikro ke kecil. Serta, dari kecil ke menengah untuk menciptakan pengusaha.
Sementara itu, Ketua DPD IWAPI Jabar, Masrura Ramidjal, kegiatan IWAPI Jabar, fokus untuk memberdayakan perempuan yang menjadi pilar ekonomi di Jabar. Bahkan, IWAPI Jabar sempat bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Desa di Jabar untuk membina perempuan yang ada di desa.
Selain itu, tahun ini IWAPI Jabar mulai membuat riset yang akan mendata tentang potensi pengusaha perempuan yang ada di Jabar. Penelitian ini, dilakukan bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Targetnya, bulan ini hasil penelitian ini akan disebar.
“Penelitian ini dilakukan untuk memetakan seberapa besar potensi pengusaha perempuan di Jabar dan UMKM nya. Kita petakan program yang sama di seluruh Indonesia. Jumlah anggota IWAPI Jabar sendiri sekitar ribuan. Kebanyakan usahanya di sektor mikro dan menengah, seperti fashion, kuliner, kerajinan dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *