Sen. Jan 17th, 2022

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Kendal Kedepan Targetkan 2500 UMKM Go Digital Untuk Perluasan Pasar Lewat Online

2 min read

Kendal, wartakadin. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Kendal terus ditingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas produknya agar mampu bersaing dan laku di pasar online.

Untuk itu, melalui dukungan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal dalam tahun 2021 sudah bergerak yang memfasilitasi dengan kegiatan peningkatan SDM dan kemasan agar bisa naik kelas.

Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Dinas Perinkop&UKM Kab. Kendal Cicik Sulastri SH, MA kepada wartakadin.com, akhir tahun 2021 ini sedang persiapkan program tahun 2022 yang membantu pemasaran produk UMKM Kendal secara digital yang bekerjasama dengan Gojek, Grab dan Tokopedia.

Dengan harapan untuk mencapai target 2500 UMKM sudah terwadahi di link pemasaran online melalui ecomer dengan tiga market place. Yakni : Grab, Gojek dan Tokopedia. Demikian Cicik menuturkan.

Sedang sarana penunjang untuk penampilan produk UMKM di pasar online, Dinas Perinkop&UKM Kab. Kendal akan membuatkan foto produk dan Vidio pendek dengan target UMKM Go Digital dengan kurasi pemasaran ecomer. Selain itu, kata Cicik, dinasnya juga memberikan pendampingan terkait packaging dan upgrade program UMKM naik kelas dan Go Digital.

Cicik menyampaikan, UMKM di Kabupaten Kendal yang terwadahi melalui paguyuban UMKM tingkat kecamatan yang belum memiliki ijin usaha perlu diupayakan legalitas usahanya dengan memiliki ijin seperti nomor induk melalui OSS, PIRT, Halal dan sertifikasi hasil uji BPOM.

Cicik Sulastri Kadis Perinkop & UKM Kab.Kendal

Sedangkan untuk mendapatkan sertifikat BPOM, untuk pelaku usaha disampaikan Cicik tidak usah kuatir mengenai biayanya. Karena katanya, dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI sudah ada program gratis. Dan di Kabupaten Kendal sudah memiliki lembaga yang bisa membantu ngurus sertifikat BPOM.

“Khusus produk batik Kendal, akan dibangun melalui pengembangan ekosistem (Klaster Batik) agar dapat dipasarkan secara nasional dan internasional,” imbuhnya.

Akan tetapi ungkap Cicik, batik Kendal harus memiliki brand untuk mudah dikenal. Yakni, produk batik yang memiliki motif dan ciri khas Kendal seperti motif “kendil” dan “daun Kendal”.

Seperti apa yang disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto dalam acara CSR EXPO hari ini (16/12/2021), bahwa keberadaan UMKM Kendal akan difasilitasi ruang pamer dengan membangun UMKM Centre. Dimungkinkan terealisasi pada tahun anggaran 2022 nanti.

Hal ini bupati Kendal sampaikan, mengingat peran UMKM di Kabupaten Kendal itu sangat besar. Yakni, selain menjadi benteng penguat ekonomi Kendal yang membuktikan mampu mengatasi krisis di masa Pademi, juga keberadaannya untuk mendorong terwujudnya Kendal menjadi Pusat Industri dan Pariwisata.

“Untuk sementara, sebelum UMKM terwadahi di UMKM Centre, PLUT Kendal yang berlokasi di Gemarikan bisa dimanfaatkan selain untuk kegiatan pelatihan UMKM juga untuk pamer produk UMKM Kendal,” pesan Cicik disampaikan lewat wartakadin.com. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *