Mon. Oct 26th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Kesiapan Industri Penentu Kinerja Kawasan Industri

2 min read

Beberapa kawasan industri baru mulai diresmikan seperti yang ada di Karawang. Kemudian akan menyusul kawasan industri di Indramayu dan Subang. Sementara kawasan industri yang sudah existing sudah ramai diserbu investor.

Jika menilai kinerja kawasan industri akan bergantung pada kesiapan industri yang ada di dalamnya. Sementara kawasan industri ini sifatnya hanya memfasilitasi.”Jadi kalau memang industri terlihat sudah siap masuk, kinerja kawasan akhirnya akan membaik,” ujar Sanny Iskandar, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi, Minggu (7/7/2019).

Lebih lanjut Sanny menambahkan, pengembang properti kawasan industri sudah siap dan sedang menunggu tenant dari luar mulai masuk. Namun, dirinya menilai usai pemilihan presiden diharapkan ada reaksi positif karena pemerintah sama sehingga program akan sama.

Dari sini diharapkan ada kesinambungan dengan program yang ada sebelumnya kemudian dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur. Apalagi kini sudah mulai ada pergerakan kedatangan pelaku industri yakni Toyota dan Hyundai. “Semoga mereka benar-benar merealisasikan investasinya,” harap Sanny.

Pada tahun 2019, ditargetkan sebanyak 18 kawasan industri di luar Jawa sudah dapat beroperasi, diantaranya saat ini 8 kawasan industri dalam tahap konstruksi dan 10 masih tahap perencanaan.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, terdapat 23 kawasan industri yang ditetapkan sebagai PSN. Sebanyak 18 kawasan industri yang tengah dikebut pembangunannya sehingga diharapkan bisa selesai pada tahun 2019, yaitu di Lhoukseumawe, Ladong, Medan, Tanjung Buton, Landak, Maloy, Tanah Kuning, dan Bitung. Kedelapan kawasan industri ini yang sedang tahap konstruksi.

Sementara 10 kawasan industri yang masih tahap perencanaan adalah di Kuala Tanjung, Kemingking, Tanjung Api-api, Gandus, Tanjung Jabung, Tanggamus, Batulicin, Jorong, Buli dan Teluk Bintuni.

Dalam Kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar mengungkapkan bahwa, pihaknya sudah mengevaluasi secara singkat kondisi pengembangan semester I-2019. Hasil yang terlihat diprediksi masih belum bisa tercapai. “Masih banyak daerah yang masih masalah dalam pertanahan dan perijinan kawasan,” kata Haris seperti yang dilansir Kontan.co.id, Jumat (5/7).

Untuk itu dari target tersebut pihaknya berencana akan merevisi target. Namun untuk saat ini ada beberapa lokasi masih diupayakan penyelesaian dalam tahap konstruksi sampai akhir tahun 2019. Haris tidak menyebutkan lokasi yang mana akan selesai maupun yang akan tertunda.

Menurut Haris, investasi baru seperti Hyundai dan juga Toyota masih akan berada di Jawa. Hal ini karena secara infrastruktur investor melihat lebih siap. Baik konektivitas secara fisik seperti pelabuhan dan jalan tol. Maupun yang non fisik seperti konektivitas jaringan internet 5G. “Hyundai dan Toyota juga melihat kesiapan bahan baku misalnya komponen kendaraan otomotif masih banyak berada di Jawa,” jelasnya.

Haris mengungkapkan, kawasan industri di Jawa akan difokuskan pada pengembangan jenis industri tertentu, sedangkan pengembangan kawasan industri baru di luar Jawa diarahkan pada industri berbasis sumber daya alam dan pengolahan mineral. “Sebagai contoh di Morowali jumlah okupansi disana sudah hampir penuh dan produksi hilirisasi nickel ore menjadi stainless steel sudah berjalan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *