Fri. Oct 30th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Ketum Kadin Indonesia : Produktifitas Kita Tertinggal, Vokasi Solusinya

2 min read

Ketum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani menghadiri Rapimda Kadin DIY 2019 bersama Ketum Kadin DIY dan WaGub DIY di Hotel Sahid Yogyakarta (22/7/2019). Dalam rangkaian acara tersebut ditandatangani pula MoU dengan Kadin Jerman untuk program Vokasi dan dengan ASEI untuk program ekspor Kadin DIY.

Rosan P Roeslani mengungkapkan, SDM merupakan kunci dari keberhasilan suatu bangsa. Secara historis bangsa yang maju adalah bangsa yang SDM-nya terus bisa beradaptasi dan mampu meningkatan produktivitas. “Kendala yang dihadapi adalah produktivitas dari tenaga kerja kita. Produktivitas kita masih ketinggalan dari negara tetangga dan negara ASEAN lainnya,” kata dia.

Ia mengungkapkan, lima tahun ke depan ada tantangan bagaimana meningkatkan kualitas SDM. Hal ini harus dilakukan secara besar terukur dan terstruktur. “Kalau enggak ya agak lama. Kalau dilihat kita enggak mungkin bisa mendorong semua SDM masuk universitas sehingga program vokasi sangat penting,” jelas dia.

Masih menurutnya, pembangunan manusia merupakan pembangunan jangka panjang. Pembangunan SDM tidak bisa dilakukan sendiri melainkan harus melibatkan semua pemangku kepentingan.

“Tantangan di revolusi industri dalam konteks manusia yakni memiliki SDM yang sesuai kebutuhan industri. Tenaga siap pakai kita kadang enggak sesuai kebutuhan sehingga harus dilatih lagi, jadi cost lagi. Perubahan digital sangat cepat, bidang pekerjaan yang dulu pernah ada, jadi hilang. Pekerjaan baru bisa saja muncul,” ungkap Rosan yang meminta pemerintah bisa beradaptasi baik dari segi peraturan dan kurikulum. Perlu penambahan skill dan peningkatan kemampuan pekerja.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin DIY GKR Mangkubumi mengatakan, perubahan dunia saat ini tengah memasuki Revolusi Industri 4.0 dan teknologi informasi menjadi basis kebutuhan manusia dan mengubah aktivitas manusia.”Tantangan Revolusi Industri 4.0 harus direspons dengan cepat dan tepat oleh pemangku kepentingan. Tujuannya agar mampu meningkatkan daya saing,” ungkap dia di sela-sela Rapimda Kadin DIY.

Salah satu upaya yang dilakukan Kadin adalah menandatangani nota kesepahaman dengan IHK (Kadin) Trier Jerman yang dilakukan di sela-sela Rapimda. Kerja sama ini memungkinkan Kadin DIY mengintegrasikan pendidikan kejuruan di tempat belajar industri ke dalam pendidikan kejuruan profesi sehingga perusahaan di DIY bisa berperan aktif dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“SDM jadi sangat penting bagi pembangunan di DIY. Kami meyakini untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas, harus diikuti peningkatan SDM sehingga ini sangat penting,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, perwakilan IHK (Kadin) Trier Jerman Andreas Gosche mengungkapkan, banyak tantangan yang dihadapi untuk meningkatkan kapasitas SDM. Ia menyoroti dalam sistem pendidikan kejuruan banyak aktivitas siswa dihabiskan dengan duduk atau belajar di kelas dan kurang terampil ketika terjun ke dunia pekerjaan.

“Kami ingin mengembangkan bagaimana sekaligus belajar, sekaligus praktik di industri. Saat lulus nanti, para anak muda sudah mengumpulkan ketrampilan dan bisa bekerja,” ungkap Gosche.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *