Sun. Oct 25th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Kinerja Industri Manufaktur Triwulan I 2020 Bakal Melambung

1 min read

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis kinerja industri pengolahan nonmigas masih fase ekspansi pada triwulan I tahun 2020. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis guna memacu sektor manufaktur agar lebih berdaya saing global.

Menperin menyebutkan, contoh upayanya adalah menjaga ketersediaan bahan baku untuk keberlangsungan produktivitas, seperti gas industri. Apabila gas industri ini tersedia dan didukung dengan harga yang kompetitif, kami meyakini industri akan bisa terbang tinggi.

Menperin juga menyampaikan, komoditas lainnya seperti garam dan gula masih banyak dibutuhkan oleh pelaku industri di dalam negeri. Kebutuhan industri terhadap komoditas itu sebagai bahan baku memang nyata. Kalau terjamin pasokannya, tentu dapat meningkatkan utilitas.

Selama ini, Kemenperin terus mendorong peningkatkan kualitas produksi garam dan gula sesuai standar kebutuhan sektor industri. Dengan begitu, Indonesia tidak perlu lagi impor untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri tersebut.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, ekspansi industri pengolahan diprediksi lebih tinggi pada kuartal I-2020. Hal ini terindikasi dari Prompt Manufacturing Index yang diproyeksi oleh BI pada kuartal I-2020, akan meningkat 52,73% dibanding capaian kuartal IV-2019 sebesar 51,50%.

Pemerintah tetap memberikan perhatian serius terhadap pembangunan industri nasional. Misalnya, langkah-langkah untuk meningkatkan investasi di Indonesia, mulai dilakukan dan menjadi salah satu fokus pada paket-paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintahan saat ini.

Apalagi, pemerintah telah meluncurkan peta jalan #MakingIndonesia4.0 sebagai inisiatif untuk percepatan pembangunan industri memasuki era industri 4.0, dengan sasaran utama menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

Ada tiga aspirasi utamanya, yaitu 10% kontribusi ekspor netto terhadap PDB, kemudian 2 kali peningkatan produktivitas terhadap biaya, dan 2% pengeluaran litbang (R&D) terhadap PDB. (@Kemenperin_RI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *