Ming. Sep 25th, 2022

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

KKN Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Cegah Stunting Di Desa Tamanrejo Limbangan

2 min read

Kendal, wartakadin. Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Program Studi Gizi semester VII sebanyak 15 orang, khususnya dalam kelompok 5 melakukan kegiatan sosialisasi terkait masalah stunting di desa Tamanrejo Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal.

Kegiatan ini merupakan tugas KKN Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Tiarisha dan Rio Aditya Warman mewakili Kelompok Lima menuturkan, mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang melakukan KKN di desa Tamanrejo ada tiga kelompok, yakni dua kelompok gizi dan satu kelompok mandiri inisiatif terprogram.

KKN di desa Tamanrejo dikatakan, focus untuk mencegah terjadinya stunting pada balita dan anak-anak dengan kegiatan sosialisasi kepada warga yang mengambil sampling di wilayah RW 04 desa Tamanrejo untuk diberikan edukasi terkait masalah stunting terhadap para remaja setempat.

Selanjutnya Tiarisha jelaskan, bahwasanya stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama, akibat dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi di tubuh manusia khususnya kepada balita dan anak-anak.

Akibat kurangnya gizi ini yang dilihat pada pertumbuhan phisik dan kecerdasan menjadi terhambat. “Seperti contoh pada anak-anak di desa Tamanrejo khususnya di RW 04 terlihat badannya lebih pendek dibanding tinggi badan anak-anak pada umumnya,” tuturnya.

Selain itu Tiarisha katakan, sosialisasi juga menyampaikan materi lain mengenai stunting, seperti ciri-ciri, faktor resiko & penyebab, dampak, upaya pencegahan & penanggulangan stunting serta peran para remaja terhadap terjadinya stunting juga diberikan secara bertahap kepada para remaja di Desa Tamanrejo.

Dari dialog dan pertanyaan tentang ciri-ciri anak stunting dan cara pencegahannya, Tiarisha didampingi Rio Aditya tuturkan, para remaja dan masyarakat sangat tertarik dengan pentingnya stunting. “Tidak hanya sekedar edukasi semata, kegiatan ini juga diselingi dengan sesi diskusi, tanya jawab dan games yang masih bertemakan stunting,” imbuhnya.

Sosialisasi yang dilakukan pada Selasa (26/7/2022), salah seorang remaja bernama Triyono mengatakan, “Sosialisasi mengenai stunting ini informasi yang baru saya dengar dan ternyata bermanfaat buat nambah wawasan remaja-remaja disini supaya jadi generasi yang sadar stunting”.

Tujuan utama dari kegiatan sosialisasi tentunya sejalan dengan tema yang diusung oleh Kelompok 5 KKN MMK, yaitu untuk memberdayakan masyarakat agar lebih waspada dan bergerak bersama dalam mencegah terjadinya peningkatan angka stunting yang ada di Desa Tamanrejo, demikian jelas Tiarisha peserta KKN UIN Walisongo Semarang. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru