Fri. Oct 23rd, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Klarifikasi S.D. Darmono Terkait Pendidikan Agama di Sekolah

1 min read

Pernyataan Praktisi Pendidikan Setyono Djuandi Darmono yang mengusulkan agar pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah, menuai polemik.S D Darmono pendiri President University ketika ditanya wartawan menyarankan pelajaran agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah.

Baca juga : Pendiri President University Sarankan Pelajaran Budi Pekerti Diperkuat di Sekolah

Begitu pendapat Setyono Djuandi Darmono (SD Darmono) mendapat salah penafsiran dari beberapa kalangan, Ardiyansyah Djafar dari Desk Komunikasi Jababeka, menyampaikan pernyataan secara tertulis.Berikut surat klarifikasi yang disampaikan.

*Klarifikasi Pihak SD Darmono*

Beredar berita bahwa SD Darmono, pendiri Jababeka, menganjurkan Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pelajaran agama dari sekolah. Kami tegaskan bahwa pendapat itu telah menimbulkan salah penafsiran. Untuk itu kami meluruskan.

Pertama, SD Darmono sangat peduli pada pendidikan karakter berbasis agama yang mempunyai akar kuat dan sudah mentradisi di Nusantara. Yang dia soroti dan prihatinkan adalah mengapa identitas agama ketika dikaitkan dengan politik malah mendorong munculnya konflik dan polarisasi sosial. Padahal semua agama mengajarkan persatuan dan akhlak mulia.

Kedua, Masuknya faham keagamaan yang ekstrim ke sekolah dan universitas mesti menjadi perhatian kita semua, karena hal ini merusak kesatuan dan harmoni sosial. Oleh karena itu, materi pembelajaran dan kualitas guru-gurunya perlu ditinjau ulang. Hendaknya pelajaran agama itu lebih menekankan character building dan kemajuan bangsa. Terlebih lagi Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius.

Ketiga, Jika pelajaran agama dalam aspek- aspeknya yang dianggap kurang, itu tanggungjawab setiap orangtua dan komunitas umat beragama, bisa dilengkapi di masjid, gereja atau vihara.

Keempat, Jadi, intinya bukan mengeluarkan pelajaran agama dari sekolah, tetapi sebuah koreksi dan renungan, apa yang salah dengan pendidikan agama kita di sekolah.

Buku Bringing Civilizations Together yang diluncurkan 4 Juli lalu penekanannya adalah pada pembentukan karakter demi kerukunan dan kemajuan bangsa.

Demikianlah semoga ralat ini menyelesaikan salah paham yang dialamatkan pada SD Darmono.

*Ardiyansyah Djafar.*
*Desk Komunikasi Jababeka*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *