Fri. Oct 23rd, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Kolaborasi 7 Perguruan Tinggi Cetak Pengusaha Baru

2 min read

Dari data Kementerian Perindustrian, saat ini jumlah pengusaha di Indonesia sudah mencapai 3,1% dari seluruh penduduknya. Rasio ini sudah melampaui standar internasional yang menetapkan angka 2%. Namun, itu semua belum cukup untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.

Sementara, negara-negara tetangga punya rasio yang lebih tinggi. Singapura, misalnya, ada 7% dari seluruh penduduknya yang menjadi pengusaha. Malaysia mencapai 5%. Di negara-negara kaya lainnya, seperti Jepang dan Amerika Serikat, ada lebih dari 10% penduduknya yang menjadi pengusaha.

Untuk bisa menjadi negara maju, menurut Kementerian Perindustrian, Indonesia perlu mencetak 4 juta pengusaha baru. Salah satu tempat untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru adalah perguruan tinggi. Untuk itu perguruan-perguruan tinggi di Indonesia mesti menjadi Entrepreneurial University.

Upaya semacam itulah yang tengah dilakukan oleh tujuh perguruan tinggi di negara ini guna mewujudkan visinya mencetak pengusaha-pengusaha baru. Mereka adalah President University, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Semarang, Universitas Islam Indonesia (Yogyakarta), Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Brawijaya dan STIE Malangkucecwara.

“Indonesia membutuhkan banyak pengusaha baru untuk menurunkan tingkat pengangguran,” kata Prof. Ismunandar, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Ristek Dikti, dalam sebuah diskusi yang bertajuk Pendidikan dan Kewirausahaan dan Usulan Kebijakan bagi Perguruan Tinggi Indonesia yang digelar Gedung Kemenristekdikti beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, tujuh perguruan tinggi di Indonesia bekerja sama dengan dengan empat perguruan tinggi dari Eropa, yakni University of Gloucestershire (UK), Dublin Institute of Technology (Irlandia), Fachhochschule des Mittelstandes (Jerman) dan University of Innsbruck (Austria). Mereka membentuk konsorsium dan berkolaborasi lewat sebuah proyek kerja sama yang disebut Growing Indonesia – a Triangular Approach atau proyek GITA. Proyek ini didanai oleh Erasmus, sebuah komisi di Uni Eropa yang mendukung berbagai kegiatan dalam bidang pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga di berbagai negara.

Sesuai namanya, kata triangular merujuk pada tiga pendekatan yang dipakai dalam proyek GITA. Pendekatan tersebut mencakup pengembangan hubungan kerja sama yang efektif antara perguruan tinggi dan perusahaan, menanamkan jiwa kewirausahaan pada seluruh pemangku kepentingan di universitas, serta membangun perusahaan baru dari ide-ide dan inovasi yang berkontribusi pada ekonomi lokal maupun daerah.

Kata Prof. Neil Towers dari School of Business & Technology, University of Gloucestershire, “Penting sekali untuk memasukkan pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum universitas dan menilai apa saja tantangan yang muncul dalam menerapkan strategi tersebut secara kelembagaan.” Towers, yang sekaligus Ketua untuk proyek GITA, juga menjadi pembicara dalam ajang diskusi tersebut.

Melalui proyek GITA, tujuh perguruan tinggi di Indonesia tersebut akan menjadi growth hub, yakni sebagai tempat bagi akademisi, mahasiswa, alumni, startup dan perusahaan-perusahaan untuk berkumpul, berbagi ide dan berkolaborasi. Selain itui proyek GITA juga akan melibatkan kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang akan berbagi pengalaman tentang kewirausahaan.

Sumber : president.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *