Sel. Sep 27th, 2022

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Lapas Terbuka Kendal Berikan Pembekalan Para Petugas Lapas

2 min read

Kendal, wartakadin. Fungsi Lapas Terbuka Kendal yang memberikan pembinaan tidak hanya terbatas kepada para narapidana saja. Tetapi petugas lapas juga perlu ada pembekalan untuk kelancaran tugas sehari-hari sesuai dengan tupoksinya.

Hal ini disampaikan Kalapas Terbuka Kendal Rusdedy kepada awak media dalam kegiatan inhouse training pelaksanaan tugas pengamanan dengan mengambil tema : Back To Basic Pemasyarakatan yang dilanjutkan dengan kegiatan panen perdana bawang merah dan perjanjian kerjasama dengan lembaga keuangan terkait dengan larangan peredaran uang di Lapas Terbuka Kendal pada Rabu (30/3/2022).

Selanjutnya disampaikan ada 62 petugas lapas yang mendapatkan pendidikan kesemaptaan baru ada 4 orang. Dan yang mendapatkan pendidikan dasar pemasyarakatan hanya 2 orang. Sementara materi pembekalan kepada petugas lapas itu kata Rusdedy, meliputi tugas pokok sehari-hari seperti pengamanan pintu utama, penggeledahan, intelegen dari 14 poin tugas sesuai tupoksi yang harus dipahami para petugas lapas.

Kegiatan bembekalan ini mengacu berdasarkan SK Ditjen Lapas No.38 Tahun 2021 yang berbunyi “Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, para petugas harus diberikan pembekalan untuk kelancaran tugas sesuai dengan tupoksi lapas di Indonesia.”

Sementara ungkap Rusdedy, petugas baru di lapas Terbuka IIB Kendal, sejak diterima menjadi pegawai hingga sekarang belum diberikan pembekalan dalam pelaksanaan tugas sehari-harinya. “Dan pembekalan ini terus dilakukan secara rutin di Lapas Terbuka Kendal,” imbuhnya.

 

“Materi pembekalan, selain dilakukan secara langsung juga melalui zoom dengan narasumber dari para mantan Kakanwil DepKumham RI yang sudah tersusun secara modul,” terang Rusdedy.

Panen Bawang Merah Perdana

Setelah kegiatan pembekalan kepada para petugas lapas Terbuka Kendal, dilanjutkan dengan panen perdana bawang merah yang dilakukan oleh Kalapas Terbuka Kendal Rusdedy.

Panen bawang merah itu hasil dari budidaya tanam warga binaan Lapas Terbuka IIB Kendal yang kelola lahan dilingkungan lapas seluas setengah hektar yang menghasilkan 3,5 ton untuk panen perdana.

“Penanaman Bawang Merah ini membutuhkan jangka waktu 57 hari untuk dipanen. Sedang dari tanam bibit hingga panen semuanya dilakukan para warga binaan Lapas Terbuka ini,” terang Widodo.

Dijelaskan pula, biaya produksi untuk penanaman bibit bawang merah mencapai Rp 27 juta. Dan secara teknisnya mendapatkan bimbingan dari Gapoktan,” tutur Widodo.

Selain tanam bawang merah, sebelumnya warga binaan ini juga berhasil melakukan panen terong, jagung dan beberapa tanaman lainnya.

Dalam pembinaan kembali kemasyarakat, di dalam Lapas Terbuka IIB Kendal diisi dengan kegiatan keagamaan untuk warga binaan yang meliputi kuliah Shubuh, ceramah agama dan tadarus. Juga pada mulai bulan April 2022 ini kata Rusdedy, di lingkungan Lapas Terbuka Kendal mulai dilakukan larangan peredaran uang secara tunai.

Kata Rusdedy hal ini diberlakukan untuk mencegah adanya tindak kejahatan terkait dengan uang dan selain upaya menghapus pungli di lingkungan lapas terbuka Kendal.

“Secara teknis, peredaran uang non tunai dengan pemakaian kartu ATM khusus lapas terbuka Kendal. Untuk itu hari ini pula Kami akan melakukan MoU dengan Lembaga Keuangan terkait peredaran uang non tunai,” pungkasnya. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru