Sat. Oct 31st, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Launching Persikasi Kabupaten Bekasi Menuju Klub Profesional

2 min read

Dalam kepengurusan PSSI Kabupaten Bekasi dibawah kepemimpinan Hamun Sutisna, Persikasi klub kebanggaan warga Kabupaten Bekasi mulai dibenahi agar bisa menjadi klub yang profesional. Untuk menuju klub profesional salah satu prioritas yang dibenahi adalah manajemen, seperti  yang disampaikan oleh Hamun Sutisna saat berada di Gedung Graha Pariwisata Komplek Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi.

Pembenahan manajemen ini terlihat dari akan dilakukannya launching Tim, Pelatih dan Manajemen Persikasi 2019. Kegiatan launching akan berlangsung di Gedung Graha Pariwisata oleh Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja pada tanggal 13 Agustus 2019.

Saat berbincang dengan redaksi Wartakadin, H Amung begitu panggilan Ketua PSSI Kabupaten Bekasi menyampaikan, launching Persikasi ini merupakan awal mula kebangkitan persepakbolaan di Kabupaten Bekasi. Tahun 2018 Persikasi pernah masuk Liga Jabar regional Jawa Barat ke tingkat nasional urutan ke 5 s/d 8. Dan prestasi terbaik adalah saat tahun 2010 Persikasi bisa menjuarai Liga 2 tingkat nasional. Namun kemudian prestasi meredup, sehingga adanya launching ini kita sebagai insan pesepakbola dan pengurus PSSI Kabupaten Bekasi berharap bahwa Persikasi bisa berprestasi lebih baik lagi ke depan.

“Intinya ketika kita ingin berhasil mengangkat prestasi persepakbolaan Kabupaten Bekasi, semua elemen masyarakat harus terlibat, baik dari pengurus, pemain, masyarakat, penggiat sepakbola dan tokohnya serta pemerintah daerah. Karena ketika bicara sepakbola, maka kita butuh biaya yang sangat besar. Untuk itu di acara launching ini kita mengundang banyak elemen masyarakat, pemda dan perusahaan-perusahaan yang bisa membantu perkembangan persepakbolaan di Kabupaten Bekasi,” ujar H Amung.

Lebih lanjut disampaikan, adanya launching Persikasi juga memberikan semangat kepada para pemain agar termotivasi untuk berjuang demi menjaga marwah Persikasi di tingkat Jawa Barat dan nasional.

H Amung menjelaskan, perkuatan manajemen Persikasi sangat penting agar nantinya bisa mandiri. Saat ini Persikasi masih mendapatkan dana hibah dari Pemda. Tetapi ketika Persikasi bisa menjuarai Liga 3 seri 1 wilayah Jawa Barat dan nasional maka akan naik ke Liga 2, sehingga tidak boleh mendapat hibah dari Pemda. Ini yang harus kita benahi dengan pengembangan manajemen .

“Kemarin Persikasi sudah lulus lisensi dari PSSI Jawa Barat, karena memiliki fasilitas yang menjadi syarat regulasi PSSI bisa dipenuhi. Artinya kalau Persikasi sudah mengarah ke profesional, maka kita harus mempersiapkan manajemennya. Apalagi aset kita sangat potensial seperti suporter atau Pan Persikasi yang fanatik dengan jumlah yang terdaftar sekitar 8 ribu. Ketika kita menjadi klub profesional dan bertanding, maka supporter akan datang dan membeli tiket. Hal ini juga bagian dari apresiasi kita ke atlit dengan membayar ketika menonton mereka bertanding,” ungkap H Amung.

Selain manajemen, persoalan pembinaan pemain usia muda juga sudah dimulai. PSSI Kabupaten Bekasi ada agenda rutin untuk kompetisi U-8, U-9,U-10, U-11, U-13 dan U-15. “Tanggal 3 Agustus lalu pembukaan kompetisi U-13 dan U-15 Piala Soeratin yang dibuka langsung oleh Bupati Bekasi. Ini upaya untuk mencetak anak-anak yang berprestasi di bidang sepakbola. Salah satu wujud keberhasilan pembinaan adalah, kita mengirim pemain untuk bergabung dengan Timnas U-15,” ungkap H Amung.

Jadi harapannya Persikasi yang saat ini masih sebagai klub amatir, untuk menjadi profesional sudah harus memikirkan akte pendirian dan badan Liga. Jika hal tersebut sudah terpenuhi, maka sponsor akan mudah masuk, apalagi di Kabupaten Bekasi ini banyak sekali perusahaan nasional dan multinasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *