Sun. Oct 25th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Listrik PLN Padam Serentak, Industri Terpukul

2 min read

Padamnya listrik Minggu (4/8) bisa dikatakan yang terparah dalam sejarah PLN. Padam listrik berlangsung di sebagian Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Bahkan mati total berlangsung di Jakarta dan Banten. PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab padamnya listrik yang terjadi pada pukul 11.48 WIB lalu. Penyebab utamanya, adanya gangguan pada transmisi Ungaran – Pemalang sebesar 500 kV.

Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN I Made Suprateka mengatakan, gangguan sistem yang terjadi membuat transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan. Ini juga kemudian diikuti oleh trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa.

Pengamat energi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) Fahmy Radhi menilai, kerusakan transmisi yang terjadi di beberapa tempat secara bersamaan merupakan black out accident atau kecelakaan pemadaman yang tidak terkontrol oleh manajemen. Dampak tersebut sangat merugikan bagi konsumen khususnya industri, utamanya UMKM yang tidak memiliki genset memadai.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat, Kevin Hartanto, menyampaikan, pemadam tersebut tentu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit yang harus ditanggung industri. Mulai dari terganggunya proses produksi, labor cost yang terbuang sia-sia, bahan baku yang terbuang, hingga kerusakan komponen elektrik pada mesin.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai padamnya aliran listrik di Jakarta, Banten dan sebagian Jawa Barat menimbulkan potensi kerugian di dunia usaha. Potensi kerugian bisa jauh lebih besar bila terjadi di hari normal atau weekday.

“Kalau ini kan weekend, kalau weekday akan lebih besar lagi kerugiannya,” kata Ketua Umum Kadin, Rosan Roeslani, Minggu (4/8). Untuk itu, PT PLN (Persero) seharusnya memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami dunia usaha. Selain itu, ia merasa PLN seharusnya sudah memiliki langkah antisipasi apabila ada gangguan jaringan listrik seperti hari ini.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang menyikapi dampak padamnya listrik di Jakarta dan sekitar. Meski belum dapat memberikan angka pasti kerugian atas banyaknya sektor usaha dan pelayanan publik yang terimbas kejadian tersebut.

“Kerugian pengusaha sangatlah besar dan berdampak pada banyaknya pesanan barang dan jasa yang tidak terlayani. Industri Kecil Menengah (IKM) sangat terpukul dengan pemadaman listrik yang cukup lama ini seperti industri kuliner, konveksi, restoran, cafe, katering, transportasi online, SPBU, bengkel, meubel dan usaha lainnya,” kata Sarman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/8)

Menanggapi keluhan dari pelaku usaha, PT PLN (Persero) akan memberikan kompensasi kepada pelaku industri maupun pelaku usaha lainnya akibat mati listrik yang terjadi di Banten, Jabodetabek, Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Pasalnya, padamnya listrik ini cukup berlangsung lama.

Direktur pengadaan strategi 2 PLN Djoko R Abumanan mengatakan, pemberian kompensasi ini sudah diatur dalam peraturan yang ada di kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan telah mengatur besaran pengurangan tagihan Iistrik TMP (Tingkat Mutu Pelayanan) atau kompensasi kepada konsumen yang dirugikan saat terjadi pemadaman listrik.

Djoko menambahkan, pemberian kompensasi nantinya juga bakal dihitung berdasarkan potential dari pelaku industri itu sendiri. Berdasarkan perkiraannya potensial loss bisa mencapai Rp. 90 miliar.

Persoalan pemadam listrik ini menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. Presiden akan berkunjung ke kantor pusat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), di Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (5/8/2019) pagi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *