Mon. Oct 26th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Menperin Resmikan Kawasan Industri di Karawang

2 min read

Bertambah satu lagi kawasan industri di Karawang setelah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan Groundbreaking Ceremony Karawang New Industry City (KNIC) di Karawang Barat, Jawa Barat, hari ini Kamis (20/6/2019).
Menperin tiba di lokasi pertama dengan meresmikan fasilitas instalasi pengolahan air milik KNIC pada rangkaian acara ‘2019 Group Groundbreaking Ceremony for KNIC Tenants”. Selanjutnya melakukan foto bersama dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan jajaran direksi KNIC.
Dalam acara groundbreaking, Gubernur Provinsi Jabar Ridwan Kamil menyampaikan, realisasi investasi nomor 1 di Indonesia terdapat di Jabar dengan total Rp 160 Trilyun. Selain itu, pembangunan 6 pabrik yang ada di wilayah KNIC turut berdampak positif bagi perekonomian serta lapangan kerja untuk warga Kabupaten Karawang.
Saat ini ada sebanyak 6 perusahaan mulai membangun pabrik di Karawang New Industry City. Dan bakal menyusul 3 perusahaan yang berinvestasi di kawasan industri tersebut. Sebanyak 6 perusahaan tersebut berasal dari Indonesia, Jepang hingga China, yaitu PT Wonderful Food International (China), PT Binamitra Kwartasedaya (Indonesia), PT Ikimura Indotools Center (Jepang), PT Wook Global Technology (China), PT Brightgene Biomedical Indonesia (Taiwan dan Indonesia), serta PT Ruiyuan (China).
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari pembuatan permen, komponen otomotif, e-commerce, bio-medis, hingga rekayasa konstruksi dan pengembang real estat.
Dalam kesempatan yang sama Airlangga mengharapkan kepada pengelola kawasan industri, KNIC untuk tetap meningkatkan pelayanan kepada perusahaan industri dan hubungan kerjasama dengan Pemerintah dan bidang usaha lain, termasuk turut serta meningkatkan sumber daya manusia Industri yang berkompetensi.
“KNIC merupakan salah satu kawasan industri yang diarahkan menuju Kawasan Industri 4.0. KNIC dikelola oleh CFLD Internasional, yang merupakan perusahaan perencana, pengembang, dan operator kota industri baru berskala internasional,” ungkap Airlangga.
KNIC memegang Izin Usaha Kawasan Industri seluas 204,8 hektare, dilengkapi kantor pengelola serta sarana dan prasarana seperti jalan, jaringan listrik, dan sarana pendukung lainnya.
Perkembangan tenant di KNIC cukup progresif, dibuktikan dengan adanya komitmen dari 9 perusahan dengan total nilai investasi USD 100 Juta. Dan diproyeksikan membuka 4.000 lapangan pekerjaan baru. Enam dari 9 tersebut sudah memiliki nomor Induk berusaha (NIB) dan ikut diresmikan hari ini.
Selanjutnya, Menperin bersama Gubernur Jabar, Bupati Karawang dan jajaran KNIC melakukan seremonial peletakan batu pertama sebagai peresmian pembangunan 6 pabrik baru di kawasan KNIC di Karawang Barat, Jawa Barat.

Kota Industri Baru Karawang

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, saat ini sudah ada 90 kawasan industri yang beroperasi di Indonesia. Mayoritas berada di Jawa Barat. Wilayah ini merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah kawasan industri terbanyak, yaitu lebih dari 25 Kawasan Industri. Diharapkan kawasan industri ini bisa mendorong terciptanya lapangan pekerjaan.
KNIC diproyeksikan akan menjadi Kota Industri Baru Karawang yang berada di jantung koridor manufaktur Jakarta-Bandung dan telah menjadi lokasi pilihan bagi produsen global dan salah satu wilayah prioritas pemerintah Indonesia dalam pembangunan infrastruktur strategis.
KNIC akan mengembangkan 1.000 Ha kota industri dan untuk tahap pertama akan dikembangkan area seluas 204,8 ha. Di area ini akan dibangun industri pengolah, seperti pengolahan makanan & kemasan otomotif, pengemasan & pengolahan makanan, barang konsumen yang bergerak cepat, logistik, elektronika, dan industri listrik yang terkait dengan kegiatan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *