Fri. Oct 30th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki: Bangun Sentra Industri Dan Komoditi Ekspor

2 min read

Kunjungan kerja Menteri Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Kendal selama dua hari (24-25/1/2020) membawa dampak positif terhadap para pelaku usaha kecil Menengah dan Koperasi di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kendal.

Hal ini menjadi isyarat dan pesan bahwa Pemerintah Pusat menaruh perhatian yang terkonsentrasi terhadap Kabupaten Kendal untuk ditangani secara serius dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui dorongan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk semakin tumbuh dan berkembang. Kendala yang dihadapi harus diatasi dan mencari jalan keluar terutama yang dihadapi pelaku UKM yang sulit naik peringkatnya dikarenakan belum bisa menguasai pasar dan kualitas produk masih bersifat lokal.

Teten Masduki dalam sambutan saat membuka Musyawarah Wilayah Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia Jawa Tengah di Desa Wonosari Kecamatan Pegandon Kendal hari ini pada intinya memberikan dorongan para petani hutan untuk membangun sentra-sentra industri dengan produk pertanian menjadi komoditi ekspor. Karena, lanjut Teten Masduki, dengan bangun sentra industri sangat mudah untuk mengakses permodalan dan mencari pasar. Pasar ekspor yang sudah jelas saat ini adalah masyarakat Eropa.

Petani jangan manja yang minta-minta bantuan terus. Tetapi perlu ada keberanian untuk membuka usaha mandiri. Hasil pertanian hutan di Jawa Tengah cukup potensial untuk menjadi komoditi ekspor. Ucapnya didepan para peserta musyawarah tingkat Jawa Tengah yang terdiri dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan Kelompok Tani Hutan se Jawa Tengah.

Selain membuka Muswil, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab yang didampingi Fitria Patria dari Kementerian Pertanian, Ririn Investasi Pusat, PJ Sekda Prov. Jateng, Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, MSi dan BRI Jateng.

Dari wakil petani hutan Desa Wonosari sampaikan kondisi kehidupan masyarakat setempat yang hidupnya bergantung dari hasil mengolah lahan milik Perhutani yang untuk beli beras saja susah. Sementara petani jagung Patean Kendal masih butuh lahan dan bibit jagung. Pemalang memohon bantuan tanam kopi untuk pembelian bibit kopi. Grobogan butuh alat suling buat minyak atsiri. Tetapi yang sudah diproduksi sapu glagah sudah tembus luar negeri.

Sementara Ketua Paguyuban Masyarakat Hutan Jawa Tengah Siti Hijriah sebagai panitia acara sampaikan misi dan tujuan Muswil pertama tingkat Jawa Tengah ini antara lain: membangun ekonomi kerakyatan dengan pendirian koperasi masyarakat hutan, pemulihan Hutan dan Penanganan Perubahan iklim, serta kontribusi percepatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan produksi hasil hutan dengan produk-produk yang sudah ada seperti jagung, kopi, mangga, manggis, pisang, durian dan minyak atsiri.

Adapun agenda kunjungan Teten Masduki di Kabupaten Kendal antara lain untuk melihat perkembangan dan kondisi UMKM Kendal, Kegiatan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kendal, Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Produksi Mebel air PT. INIZIO Kaliwungu Kendal.

Target dan upaya Pemerintah Pusat, disampaikan Menteri Koperasi dan UKM antara lain, produk mebel dikelola dengan skala besar. Produk pertanian untuk bangun pasar dan pengolahan (industri) dengan mendirikan Koperasi yang berbadan hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *