Tue. Oct 27th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Menuju Terbentuknya Kabupaten Bekasi Utara

2 min read

Wacana pemekaran Kabupaten Bekasi sebenarnya sudah bergulir sejak lama. Setelah sempat meredup begitu pemerintah mengeluarkan moratorium pemekaran, kini wacana tersebut mengemuka lagi dan makin menguat. Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerima usulan mengenai pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bekasi Utara.

Di depan awak media, Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan menyebutkan pembentukan DOB sudah menjadi salah satu program strategis Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca juga : Program Pemprov Jabar Atasi Kemiskinan

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bekasi diminta segera melengkapi data-data mengenai pembentukan daerah persiapan secara lengkap sesuai persyaratan yang berlaku. Adapun data-data yang harus dilengkapi diantaranya, mencakup persyaratan dasar kewilayahan, persyaratan dasar kapasitas daerah dan persyaratan administrasi.

“Data-data harus lengkap dan butuh kajian baik menyangkut aspek demografi, geografi, ekonomi, lingkungan sampai pertahanan, keamanan dan budaya,” ujar Dani.

Aspek ekonomi inilah yang menjadi pertimbangan utama perlunya ada pemekaran. Jika dilihat secara fisik pembangunan, Kabupaten Bekasi sisi utara memang tertinggal jauh dari sisi selatan. Keberadaan kawasan industri yang sebagian besar berada di Cikarang (wilayah selatan) sebagai ibukota kabupaten, membuat pertumbuhan ekonominya sangat pesat. Sementara sisi utara yang didominasi pertanian dan perikanan, sepertinya jalan ditempat ekonominya.

Ditambah lagi kantor pemerintahan sebagai pusat pelayanan publik berada di Cikarang, makin menambah penderitaan warga Kabupaten Bekasi sisi utara. Bayangkan untuk mengurus dokumen kependudukan, perijinan, pajak bumi dan bangunan, dan layanan lainnya, harus menempuh jarak hingga puluhan kilometer, jika mereka tinggal di Babelan, Muara Gembong, Cabangbungin dan Tarumajaya.

Penderitaan lain yang setiap tahun datang ketika musim hujan adalah musibah banjir. Kontur wilayah yang rendah dan langsung berhubungan dengan laut, inilah yang membuat sisi utara rawan banjir. Bahkan makin berkurangnya lahan terbuka hijau di sisi selatan akibat pengembangan kawasan industri dan perumahan, juga menjadi biang kerok potensi bencana banjir makin besar.

Terbentuknya Kabupaten Bekasi Utara diharapkan tata kelola pemerintahan menjadi lebih fokus. Wilayah utara akan didorong ke arah mana, untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Apa akan dikembangkan kawasan industri, agro pertanian, perikanan dan kelautan atau pusat pengembangan energi. Seperti diketahui sisi utara memiliki sumber minyak yang sangat besar.

Tentunya harapan dari warga Kabupaten Bekasi terhadap pemekaran adalah kesejahteraan makin meningkat. Jangan sampai pemekaran ini menjadi lahan perebutan kekuasaan di kalangan elit politik Kabupaten Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *