Rab. Agu 10th, 2022

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Pelaku UMKM Kendal Rusmiyati Butuh Dukungan Untuk Kembangkan Pasar Produknya

2 min read

Kendal, wartakadin. Rusmiyati (43 th), adalah salah satu profile UMKM Kendal yang tidak berdaya dalam upaya mengembangkan usaha karena terkendala sulitnya membangun pasar bagi produk-produknya.

Dorongan menekuni usaha membuat jahe mprit, jahe merah, beras kencur, kunir kuning yang sudah dikemas per 150 gram dengsn ijin PIRT dan Halal karena pernah mendapatkan pelatihan berwirausaha secara kelompok.

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ibu-ibu dikumpulkan menjadi satu kelompok usaha bersama (KUB) yang difasilitasi PNPM, termasuk Rusmiyati mendapatkan bekal untuk berwirausaha secara mandiri.

Diceritakan Rusmiyati, dalam satu kelompok usaha bersama harus memiliki produk unggulan. Tetapi dirasakannya dalam mengembangkan usaha dalam satu kelompok dirasakannya sangat sulit hingga memilih untuk berusaha sendiri.

Saat ditemui wartakadin.com, Rusmiyati sedang mengikuti pameran produknya di lokasi wisata berkuda Santoso Stable Boja Kendal.

Seperti apa yang diceritakan Rusmiyati, saat ini merasa masih sulit untuk kembangkan usaha karena belum menemukan strategi untuk memasarkan produk-produknya. “Yang bisa saya lakukan hanya melalui pesan WA dan posting kepada teman-teman untuk tawarkan produk,” tuturnya.

Selanjutnya, dikatakan mulai ada sedikit perkembangan setelah masuk ke group Forum Pengusaha Kendal (FPK), oleh Syamsunar (ketua FPK), produk-produknya dicarikan pembeli dari Jakarta.

Karena keterbatasan waktu, Rusmiyati mengaku belum bisa mengikuti kegiatan sosialisasi digitalisasi UMKM. Yakni pembekalan teknologi bagi UMKM Kendal agar bisa menjual produk melalui online.

Saat ditanya tentang berapa omzet penjualan per bulan. Dijawabnya, rata-rata per bulan baru beranjak Rp 1 juta. Sementara modal yang berasal dari pinjaman BRI (KUR) dan Bank Jateng sebanyak 3 kali. Dari Rp 50 juta, Rp 100 juta hingga Rp 170 juta dari Kredit Usaha Produktif (KUP), dituturkan, mampu menyicil secara tertib.

Hal ini terjadi, managemen yang dipakai selain bergerak di UMKM juga berinovasi dengan usaha lain dengan menanam sengon dan kelola usaha pinjaman.

Resiko terbesar bisa teratasi, karena produk yang berupa bubuk jahe dan beras kencur yang sudah dimasukkan dalam kemasan itu bisa bertahan selama 1 tahun.

Tetapi melihat lokasi usaha di wilayah kecamatan Singorojo Kendal, masyarakatnya belum bisa mendukungnya yang rata-rata bermukim ditengah hutan. Selain itu, pergerakan UMKM Kecamatan Singorojo juga belum tampak. Tidak seperti wilayah kecamatan lainnya di Kendal, per kecamatan sudah terbentuk paguyuban UMKM tingkat kecamatan.

Untuk itu, Rusmiyati berharap dengan produk beras kencur isi 150 gram harga Rp 30 ribu, Jahe merah 150 gram Rp 30 ribu dan Kunir maupun jahe 150 gram Rp 25 ribu mohon dukungan Pemerintah Kabupaten Kendal untuk mencarikan pasarnya.

Juga terkait uji klinik BP POM untuk mendapatkan hak paten, dikatakannya masih terkendala dana. “Saya belum tahu berapa besar biaya untuk mendapatkan hak paten atas produk buatan saya,” keluhnya. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *