Sab. Okt 16th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

PELAKU UMKM KERIPIK PISANG KAB. BEKASI TERUS MENGGELIAT DI MASA PANDEMI

2 min read

Pandemi covid-19 ternyata tidak menghalangi pelaku UMKM keripik pisang terus menggeliat memenuhi kebutuhan konsumsi makanan masyarakat di Kabupaten Bekasi maupun nasional.

Rabu, tanggal 29 September 2021, bertempat di Kantor Kadin Kabupaten Bekasi lebih kurang 19 orang pelaku usaha keripik pisang berkumpul bersama membicarakan inovasi produk, pemasaran, dan strategi pemanfaatan sarana dan fasilitas yang ada di Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutan Ketua Kadin Kab. Bekasi Bapak Heri Noviar, SE, terkait dengan pertemuan UMKM Keripik Pisang, beliau mensupport sepenuhnya dan bangga dengan semangat entrepreneur pelaku usaha yang mungkin bagi sebagian orang tidak populer tapi sebenarnya luar biasa. Bahkan dengan antusias beliau mengatakan akan mendorong keripik pisang menjadi produk unik dan hebat yang dapat di ekspor ke Korea Selatan dari Kab. Bekasi.

Bersama-sama dengan Penggiat UMKM Kab. Bekasi Bunda Sri Sugiarti, SE, S.Ip, pelaku UMKM keripik pisang berdialog bersama-sama membuka wawasan dan sekaligus membahas potensi yang ada untuk dikembangkan dalam rangka menguatkan kehadiran produk keripik pisang di Kabupaten Bekasi dan Indonesia pada umumnya.

Lebih lanjut dikatakan Bunda Sri Sugiarti, SE. S.Ip, kepak sayap UMKM harus terus dikembangkan, sekalipun keadaan perekonomian masyarakat dalam keadaan tidak stabil, namun kita yakin bahwa masyarakat akan terus makan dan membeli cemilan untuk rumah tangga mereka.

Dalam kegiatan semi workshop tersebut, pelaku UMKM dengan motivasi mensejahterakan keluarga dan rumah tangga, di dorong oleh Bunda Sugi untuk memanfaatkan keadaan yang sulit menjadi mudah sehingga mampu menangkap peluang yang ada.

Tingginya penggunaan masyarakat terhadap jaringan internet dan berbagai media sosial, hambatan dan kesulitan pertemuan langsung baik di pasar maupun di mall-mall antara pembeli dengan penjual, malah dengan pemanfaatan jejaring sosial dan market-place serta media sosial, pelaku UMKM semakin dimudahkan untuk memasarkan produk-produknya.

Produksi keriping pisang dengan kemasan menarik serta modern tentu akan mempengaruhi terhadap daya beli masyarakat. Melihat laporan dari Statistik e-commerce yang dikeluarkan oleh BPS Pusat tahun 2020, penggunaan media tekhnologi untuk berjualan dan maupun berbelanja sudah sangat tinggi dibandingkan dengan transaksi langsung baik di pasar maupun di mall-mall. Artinya, penampilan produk dalam jaringan e-commerce menjadi penting dan strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Dengan berkumpulnya pelaku UMKM Keripik Pisang, potensi ini tentu harus terus dikembangkan, sebab, potensi wisata industri dengan ribuan pabrik yang ada di Kabupaten Bekasi, setidaknya perlu disiasati guna meningkatkan kapasitas produksi pelaku UMKM keripik pisang.

Small is beatiful sebagai prinsip bisnis UMKM apabila dikelola dengan manajemen yang baik, sistem organisasi yang rapi dan serius, maka pangsa pasar keripik pisang tidak saja hanya bersifat lokal dan nasional, akan tetapi juga bisa menjangkau pasar dunia. Ini semua tentu harus bersama-sama secara gotong royong antara pemerintah, penggerak UMKM dan maupun pelaku UMKM bersinergi serta berkomitmen memajukan keripik pisang produk dari UMKM di Kabupaten Bekasi.

Banyak harapan disampaikan oleh pelaku UMKM keripik pisang, Kadin Kab. Bekasi dan Penggiat UMKM Kab. Bekasi Bunda Sri Sugiarti, SE. S.Ip, berharap agar pertemuan ini harus terus ditingkatkan menjadi kaukus perekonomian agar setiap problem yang dihadapi dapat diselesaikan bersama-sama. Dan tentu pada akhirnya, kekuatan jaringan UMKM keripik pisang bisa menjadi besar dan mendunia. Untuk itu sebelum mengakhiri acara, Ketua Kadin mengajak pelaku UMKM keripik pisang mendirikan paguyuban ataupun wadah yang kuat agar seluruh permasalahan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *