Fri. Feb 26th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Pemanfaatan lahan, Usaha Kolam Pemancingan Desa Sudipayung Kendal

2 min read

Kendal wartakadin. Dalam musim Pandemi Covid 19 adalah momentum bagi orang yang kreatif dan berinovasi untuk menciptakan usaha apa saja meskipun dengan modal yang relatif kecil.

Ide itu datangnya secara tiba-tiba seperti yang dialami Arizal (35 tahun) warga penduduk desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, saat ini membuka usaha yang memanfaatkan lahan disamping rumah berukuran (24 X 6) M2 dijadikan kolam pemancingan komersial yang ditaburi ikan nila.

Kepada wartakadin.com diceritakan yang mengaku dirinya tidak memiliki pengetahuan tentang budidaya ikan. Tetapi niat usaha ini sangat kuat untuk dicobanya. Ternyata diluar dugaan, respon dari warga setempat cukup besar yang berdatangan untuk mancing di kolam pemancingan yang diberi nama “Tiga Putri” yang mengambil dari anaknya ketiga-tiganya perempuan semua.

Arizal katakan tidak muluk-muluk untuk mencari keuntungan. Kepada pemancing yang datang cuma dikenai dana pembelian sebesar Rp 35 ribu per kg. Atau para pemancing itu di kolam pada dasarnya memancing ikan sendiri yang sudah dibeli.

Juga dengan sistem harian dengan uang Rp 35 ribu mau dapat ikan seberapapun itu sudah menjadi hak pemancing.

“Atau dengan sistem harian, dengan uang Rp 35 ribu mau dapat ikan seberapapun itu sudah menjadi hak pemancing,” jelasnya.

Untuk mendapatkan ikan kata Arizal, didatangkan dari Klaten Jawa Tengah yang dipesannya diantar sampai ke rumah.

Kolam Pemancingan milik Arizal yang terlihat masih sangat sederhana ini tetapi cukup menarik perhatian orang yang lewat. Karena lokasinya ditepi jalan yang menjadi penghubung antar desa. Yakni jalan tembus Ngampel – Sudipayung dan berdekatan dengan Pondok Pesantren Al Muzafak yang hal ini dipergunakan sebagai petunjuk lokasi Kolam Pemancingan yang diinformasikan melalui face book, atau lewat media sosial.

Upaya promosi untuk dikenal luas, Arizal juga menjadi anggota Paguyuban UMKM Kecamatan Ngampel. Dengan harapan figurnya bisa dikenal dikalangan pelaku UMKM Kecamatan juga dikenal dikalangan pemerintahan Kecamatan Ngampel.

Dari jual jasa kolam pemancingan ternyata melebar ke penjualan ikan mentah atau masak. Dimana, ikan bakar per kg dijual per kg Rp 67 ribu yang diantar sampai ke rumah pemesannya.

Tidak hanya itu saja, dari mereka yang mancing butuh pula minum, rokok dan menikmati ikan masak sehingga mendorongnya membuka usaha warungan kecil yang menyediakan seperti yang dibutuhkan para pemancing ikan. Tetapi dikeluhkan saat ini belum memiliki modal untuk buka warung. Meski harapan kedepan berkeyakinan bahwa modal itu pasti akan datang bila Allah mengijinkan.

Terpenting kata Arizal, dalam masa Pandemi Covid 19 ini masih bisa makan setiap hari dengan usaha yang dirintisnya baru berjalan empat bulan dari Oktober 2020 hingga sekarang. Yang disampaikan pula mengingat sebelumnya yang bekerja jadi tukang las, petani hingga buruh pabrik terpaksa dirumahkan karena pabrik tempat bekerja terbakar. (Sriyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *