Thu. Oct 29th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Pembangunan Politeknik Berbasis Industri Ciptakan SDM Siap Kerja

2 min read

Kementerian Perindustrian terus mendorong replikasi pembangunan politeknik yg link and match dengan industri dalam upaya menciptakan SDM yang kompeten dan siap kerja. Hal ini juga dalam rangka menyongsong era revolusi Industri4.0 dan mengambil momentum bonus demografi di Indonesia.

Menperin Airlangga Hartarto menjelaskan, “Dalam kesiapan kita bertransformasi ke era industri digital, dibutuhkan reskilling SDM di bidang industri agar mereka mampu berkompetisi. Apalagi, aspirasi besarnya mewujudkan Indonesia masuk 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.”

Politeknik Dibangun di Kawasan Industri

Guna terus menggenjot peningkatan kualitas SDM industri di Tanah Air, Presiden Jokowi menginstruksikan untuk melakukan penambahan politeknik terutama di kawasan industri. Hal ini sesuai fokus agenda pembangunan pada periode ke-2 kepemimpinannya, yakni pengembangan SDM terampil.

Terkait akselerasi program pendidikan vokasi tersebut, pemerintah telah menuangkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2020-2024, dengan target penambahan 500 politeknik yang link and match dengan industri.
Dalam dua tahun terakhir, Kementerian Perindustrian telah membangun empat politeknik baru, salah satunya adalah Politeknik Industri Logam di Morowali, Sulawesi Tengah.Kemudian, Akademi Komunitas Tekstil di Solo, Akademi Komunitas Industri Manufaktur di Bantaeng, serta Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal.

Lebih dari 90 % siswa lulusan politeknik tersebut, langsung terserap kerja oleh industri karena kompetensinya sesuai kebutuhan lapangan saat ini.
Pengalaman tersebut menjadi momentum untuk mendorong swasta agar ikut berkontribusi dalam pembangunan SDM yang kompeten di bidang industri. Sebab, apabila hanya mengandalkan dari lulusan politeknik Kemenperin, jumlah tenaga siap kerja yang dihasilkan hanya sekitar 200-300 orang per politeknik.

Menperin menambahkan, Presiden Jokowi meminta lebih banyak lulusan yang bisa bekerja di industri. Paling tidak, satu juta angkatan kerja yang bisa diserap. Karena itu, pengalaman kami membuat politeknik, direplikasi kepada industri.

Dorong Pengusaha Terlibat

Kemenperin juga telah mendorong industri untuk ikut membangun politeknik, dan mereka akan diberikan super deductible tax. Insentif super deductible tax merupakan keringanan pajak yang diberikan atas kontribusi industri dalam program penciptaan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan sektor manufaktur. Kemenperin telah mengidentifikasi sejumlah sektor industri yang didorong untuk dapat membangun politeknik.

Salah satunya seperti Astra yang membuat politeknik di Cikarang. Selain itu, Indorama atau Astra juga membuat politeknik untuk keperluan sendiri, lulusannya hanya 100 orang, Kemudian di ATMI Solo dan ATMI Cikarang, lulusannya mencapai 100-150 orang.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah dan sektor industri melakukan co-production SDM industri, karena pemerintah menilai industri yang paling tahu kebutuhan akan SDM. Kemenperin pun terus mendorong agar swasta ikut menyiapkan SDM yang kompeten di bidang industri.

Dalam melakukan peningkatan kualitas SDM industri, Kemenperin juga melakukan revitalisasi pendidikan vokasi serta membuat program link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri. Program tersebut sudah dilakukan Kemenperin selama dua tahun terakhir.

Mengenai revitalisasi vokasi, Kemenperin sudah bekerjasama dengan lebih dari 2.200 SMK, yang kemudian dikerjasamakan dengan 600 lebih industri. Kemudian link and match antara industri dengan SMK, sudah membuatkan hampir 4.997 kerjasama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *