April 22, 2024

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Pembangunan RTH Boja, Warga Gentan Kidul Minta Akses Jalan Ekonomi Jangan Ditutup

2 min read

Kendal, wartakadin.com Setiap ada pembangunan pasti ada pengurbanan, meskipun bertujuan untuk kebaikan orang banyak. Untuk menghindari terjadinya kontradiktif terhadap lingkungan, diperlukan pemahaman dan kesepakatan melalui sosialisasi agar tujuan dari pada pembangunan itu bisa dipahami oleh semua pihak.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Boja, Rofiq Anwar kepada wartakadin.com dalam menanggapi aspirasi warganya yang bermukim di wilayah dusun Gentan Kidul Desa Boja Kabupaten Kendal terkait pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Boja di kompleks ex Kawedanan Boja.

Ditemui di kantor desa Boja, Rofiq menuturkan, dalam proses perencanaan RTH Boja, pihak desa hanya diberi tahu bila eks Kawedanan Boja akan dibangun Ruang Terbuka Hijau. “Untuk itu, terkait dengan pemanfaatannya, Pemerintah Desa tidak memiliki kewenangan untuk ikut campur. Karena itu milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal,” tuturnya.

Sekaligus untuk menjawab warganya yang minta tolong, untuk bisa difasilitasi mendapatkan tempat berjualan atau Selter di RTH Boja.

Dikatakan pula, Pembangunan RTH Boja yang segera dibangun oleh Pemkab. Kendal ini, membawa konsekuensi adanya pembongkaran bangunan. Yakni antara lain, warung-warung makan dan tempat berjualan untuk dikosongkan dan bersih dengan pemasangan pagar seng keliling sesuai luasan RTH Boja, yang sempat menimbulkan keresahan warga setempat dikarenakan akses jalan keluar menjadi tertutup.

Berkenaan dengan keluhan ini, Rofiq bercerita, sejak dahulu disitu ada beberapa warga yang sudah lama bertempat tinggal. Dan setiap hari menggunakan akses jalan melewati samping bangunan eks Kawedanan Boja. Disamping itu, akses jalan juga dipakai oleh para pedagang berjualan pakaian dengan bangunan yang permanen. Sedang warga setempat memanfaatkan akses jalan ekonomi itu untuk jalur keluar menuju jalan raya atau ke pasar Boja.

Ditempat lain, Ketua RT setempat juga menyampaikan adanya keluhan warga, terkait adanya penutupan akses jalan.

“Warga Gentan Kidul Minta akses jalan dari jalan Pringgodani belakang Puri Mas lewat Kawedanan bisa langsung keluar menuju Pasar Boja,” tutur Prima yang menjabat ketua RT setempat.

Disampaikan pula terkait dengan adanya fasilitas UMKM setempat di RTH Boja, dirinya merasa tidak dilibatkan. Diungkapkannya, pembangunan Selter untuk menampung UMKM berkapasitas 160. Sementara para pedagang yang lama berjualan di sekitar eks Kawedanan Boja ada 157 orang. Ada sisa tiga Selter, dimintanya untuk menampung UMKM setempat.

Terlihat di lokasi eks Kawedanan Boja sudah dalam kondisi tertutup dengan bedeng yang dijaga beberapa petugas dari Dinas Perhubungan Kab. Kendal. Tetapi untuk akses keluar, ada pintu yang buka tutup dari seng.

Masih di seputar lokasi eks Kawedanan Boja, wartakadin.com bertemu dengan pedagang burung bernama Mamik yang masih bertahan berjualan yang mengaku dirinya tetap berjualan yang tidak takut bila ada penggusuran.

“Saya ini lahir disini dan sekarang berjualan burung untuk menghidupi keluarga. Wajarlah bila saya menuntut untuk bisa berjualan didalam lingkungan RTH Boja,” akunya.

Terkait dengan pembagian Selter untuk menampung pedagang lama dan UMKM, menurut informasi, hanya untuk berjualan makanan dan minuman saja. “Bagaimana nasib pedagang yang dahulu berjualan pakaian atau barang bukan berupa makanan dan minuman,” tanya pedagang burung ini kepada wartakadin.com yang ditemui di luar lokasi eks Kawedanan Boja.

Untuk menjawab pertanyaan yang terkait dengan kebijakan pembangunan RTH Boja, wartakadin.com belum bisa menemui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, karena sedang mengikuti diklat secara online. Sriyanto

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *