Sun. Oct 25th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Pemerintah Genjot Pembangunan Infrastruktur Transportasi Publik di Jawa Barat

2 min read

Dalam Upacara Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi Jawa Barat yang dipusatkan di lapangan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kamis (19/9/2019), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur transportasi publik di Jawa Barat.

“Kita terus kembangkan yang namanya transportasi massal, baik bus maupun LRT yang sedang diproses lelang investasinya, yang dalam waktu dekat akan hadir di masa kepemimpinan kami. Langkah terpenting yang harus dilakukan pemerintah adalah memotivasi warga untuk menggunakan transportasi publik,” ungkap Kang Emil dalam kata sambutannya.

Menurut mantan Walikota Bandung ini, pihaknya bersama pemerintah pusat tengah menggenjot pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, LRT Bandung Raya, sampai reaktivasi sejumlah jalur kereta api di Jawa Barat. Dimana Pemprov Jawa Barat sedang menghidupkan kembali empat jalur kereta api, yakni jalur Pangandaran, Garut, Sumedang, dan Ciwidey. Dan juga pembangunan Tol Cisumdawu, Bocimi, dan jalan pararel Tol Bekasi.

Baca juga: Tol Cijago Seksi 2 Uji Laik Fungsi, Segera Dioperasikan

Sementara untuk transportasi udara, Bandara Kertajati sudah beroperasi, bandara di Sukabumi sedang proses visibility study, pengembangan bandara di Pangandaran sedang dilelang investasi.

Baca Juga: Bandara Kertajati Siap Operasikan Pesawat Jet Rute Domestik

“Dalam teori tata kota tata wilayah, kalau kita hanya mengandalkan pergerakan dengan kendaraan pribadi, kita hanya menunggu beban masalah itu akhirnya mencapai puncaknya lagi. Nanti macet lagi, jalan dilebarkan lagi, macet lagi. Mari kita dukung inovasi-inovasi yang sifatnya adalah untuk transportasi publik,” katanya.

Emil menyebutkan di semua negara maju, 70 persen warganya menggunakan transportasi publik dan 30 persen menggunakan kendaraan pribadi. Namun di Indonesia terbalik, mayoritas masih menggunakan kendaraan pribadi, minoritas menggunakan transportasi publik.

Peringatan Hari Perhubungan Nasional, dimaknai sebagai momentum untuk merenungkan kembali kinerja pemerintah dan berbagai peristiwa yang terjadi di sektor perhubungan, serta menyatukan persepsi dan tekad lapisan pemerintahan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ridwan Kamil sedang mendengarkan penjelasan H Obing Fachrudin Ketua Organda Kab. Bekasi saat akan menjajal mobil kancil sebagai angkutan lingkungan

“Oleh karena itu, saya menyambut baik tema Hari Perhubungan Nasional tahun 2019 ini yaitu ‘Merajut Nusantara Membangun Bangsa, Bakti Nyata Insan Perhubungan untuk Indonesia Unggul Indonesia Maju’ untuk mempresentasikan bagaimana seluruh elemen Kementerian Perhubungan dan seluruh stakeholder bersama-sama secara nyata membangun konektibilitas yang sinergi guna mewujudkan transportasi yang berkeselamatan bagi seluruh masyarakat pengguna transportasi di seluruh indonesia,” ujarnya.

Kang Emil menegaskan, Hari Perhubungan Nasional harus dimaknai bahwa sektor perhubungan adalah sektor yang terpenting dalam pembangunan di Indonesia dan di Jawa Barat khususnya. Jawa Barat terdapat 60 persen manufaktur atau industri nasional, yang menandakan investor sangat nyaman dengan kualitas fasilitas infrastruktur perhubungan yang melancarkan bisnis dan investasi mereka di sini.

Emil juga mensyukuri pada Hari Perhubungan Nasional ini karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha Pangripta. Sedangkan Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Kuningan menerima Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan RI.

Tantangan Berat Butuh Sinergi dan Inovasi
Kang Emil mengungkapkan, sektor transportasi masih banyak tantangan yang harus dihadapi bersama, antara lain berkenaan dengan penataan transportasi perkotaan, konektivitas antar wilayah, pengelolaan angkutan barang, dan transportasi yang berkeselamatan. Mengahadapi tantangan tersebut tentunya memerlukan kerjasama dari seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta maupun masyarakat.

Kepada seluruh kepala dinas perhubungan diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan transportasi sehingga konsep transportasi terintegrasi segera terwujud. Pengembangan transportasi massal merupakan salah satu solusi untuk penataan transportasi perkotaan sebagaimana dilakukan oleh kota-kota besar di negara lain.

“Transportasi massal yang dapat dikembangkan ini bisa berbasis rel mapun jalan raya. Saat ini pemerintah provinsi jawa barat terus melakukan kajian dan inovasi terkait hal tersebut. Diharapkan nantinya tercipta transportasi masal yang lebih ramah lingkungan, sesuai arahan bapak Presiden perlu dikembangkan bus listrik, adapun untuk untuk transportasi berbasis rel akan terus kita upayakan,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *