Mon. Oct 26th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Pengembang Kawasan Perumahan & Industri Punya Hutang Fasos Fasum

1 min read

Kabupaten Bekasi sejak 30 tahun yang lalu menjadi tujuan investasi dengan kehadiran kawasan industri yang dilanjutkan dengan kawasan hunian dan komersial. Setiap pengembang berkewajiban menyediakan fasos dan fasum sebagai fasilitas ruang publik.

Namun sejak berdiri tahun 90-an ada beberapa Pengembang Perumahan dan Kawasan Industri besar belum menyerahkan kewajiban Fasos-nya. Seperti yang diatur dalam Perda No. 09 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Penyerahan Prasaran, Sarana & Utilitas Perumahan, Rumah Susun dan Perniagaan di Kabupaten Bekasi khususnya sesuai Pasal 15 ayat 2 poin 2 tentang Lahan Fasos sebanyak 4% dari total luasan.

Hal tersebut terungkap saat Budiyanto SPi, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dan H. Obing Fachrudin Ketua Kadin Kabupaten Bekasi menemui H. Jamari Tarigan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi. Dalam diskusi tersebut membicarakan masalah Penyediaan Fasos Fasum Kawasan Industri & Perumahan ole Pengembang. Dimana setiap desa diharapkan mendapat alokasi Fasos Fasum yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Prinsipnya sebagai warga Bekasi kita berterima kasih kepada para pengembangan yang telah ikut membangun Bekasi. Mereka sangat besar kontribusinya bagi kemajuan baik langsung maupun tidak langsung, hanya saja masih ada kewajiban yang masih perlu segera diselesaikan,” ujar Anggota DPRD Fraksi PKS ini.

Budiyanto meminta Kepala Dinas PUPR perlu segera ambil langkah merapihkan aset-aset pemerintah daerah yang masih tertahan agar menjadi aset kekayaan daerah dan juga menjadi tempat yang tepat untuk pengembangan pembangunan di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, H. Obing mengajak para pengembang untuk mentaati Perda No. 09 Tahun 2017 agar keberadaan kawasan memiliki nilai manfaat khususnya kepada masyarakat lokal. “Fasos dan Fasum bisa dipakai untuk balai pertemuan, lapangan olahraga, taman bermain anak, hingga kegiatan-kegiatan seni budaya yang semakin langka ditampilkan karena keterbatasan tempat,” ujar H. Obing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *