Sen. Jun 14th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Pondasi Kekuatan Ekonomi Kabupaten Kendal Ada Di 266 Desa

2 min read

Kendal, wartakadin. Membangun kekuatan ekonomi di Kabupaten Kendal, fondasinya ada di 266 desa yang butuh dorongan dan suntikan dana dalam penguatan SDM desa maupun pembangunan ekonomi masyarakatnya.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh beberapa Tokoh Masyarakat, Pengamat Ekonomi dan Lembaga Perguruan Tinggi yang dirangkum dan disimpulkan melalui wartakadin.com sebagai acuan dan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal dalam mewujudkan visi dan misinya membangun Kendal sebagai Kota Industri dan Pariwisata.

Dilihat dari topografi maupun demografinya, Kendal terbagi menjadi tiga wilayah. Yakni : Kendal Atas yang berbentuk dataran tinggi dan perbukitan dengan sifat tanah yang subur menjadi sumber penghasilan para petani ladang dan pembangunan agro wisata maupun usaha perkebunan berteknologi tinggi.

Sementara di wilayah kecamatan Patean dan Limbangan kaya dengan sayur sayuran dan buah alpokat, kopi, cengkeh dll yang membutuhkan strategi pemasaran bisa melalui online maupun pengadaan kios dan lapak di pinggir jalan untuk memamerkan produk petani dan UMKM yang bisa dilihat para pelintas jalan dari arah Temanggung ke jurusan Jakarta lewat Sukorejo.

Contohnya dari beberapa desa di wilayah kecamatan Sukorejo yang menjadi pusat penanaman jambu biji merah belum mampu mengolahnya saat pasca panen. Harga jual jatuh dan banyak terbuang menjadi sampah. Padahal saat ini sudah ada penerapan tekonologi tinggi hasil LP2M UNNES yang memproduksi mesin giling yang mampu merubah buah jambu biji merah menjadi kristal jambu yang bisa diolah menjadi makanan kering atau bahan minuman seperti kopi misalnya.

Adapun di wilayah Kendal Bawah yang menjadi basis industri rumahan dan UMKM saat ini juga terkendala masalah pemasaran. Pola managemen UMKM yang masih tradisional perlu dirubah. Bagaimana mereka tidak lagi terjebak pada kebiasaan lama sebagai produsen juga marketing. Atau produsen yang menjual sendiri hasil produksinya.

Karena Kendal belum memiliki pusat pasar buah dan sayuran, para petani menjualnya keluar daerahnya hingga sampai ke Kabupaten Temanggung atau ke Bandungan Kabupaten Semarang.

Hal ini terjadi pula di wilayah Kendal Pantura, keberadaan industri olahan bandeng nyaris tidak diketahui oleh masyarakat luar karena belum memiliki ruang pamer olahan bandeng seperti contohnya Bandeng Yuwono yang sudah memiliki pasar hingga ke kota Semarang.

Juga dari hasil tangkapan nelayan yang bermukim di wilayah pantai Kendal, saat ini hanya baru bisa menjual ke Tempat Pelelangan Ikan setempat. Mereka belum mampu mengolahnya menjadi olahan ikan kalengan atau ikan asin.

Semua itu saat ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Kendal yang dipimpin oleh pasangan bupati dan wakil bupati pemenang Pilkada Kabupaten Kendal 2020.

Visi dan misi menjadikan Kabupaten Kendal sebagai pusat industri dan pariwisata dalam jangka lima tahun butuh pembuktian untuk meyakinkan kepada masyarakat Kendal melalui kebijakan dan program pembangunan yang bisa mengangkat ekonomi kearah kemajuan dan kesejahteraan. (Sriyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *