Kam. Sep 23rd, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Ponpes Dodogan Patebon Kendal Siap Menerima Murid Tidak Dipungut Biaya Mondok

2 min read

Kendal, wartakadin. Kyai yang satu ini, selain masih muda juga militan soal berbicara tentang hakekat agama dan keyakinannya yang teguh dan kuat. Dengan berbekal ilmu agama Islam yang dipelajarinya di pondok Lirboyo Kediri Jawa Timur, kini kembali ke kota asalnya Kendal untuk mengamalkan ilmunya hingga berhasil membangun pondok pesantren (Ponpes) Dodogan Desa Purwokerto Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal.

Romo Kyai Zainul Labib foto bersama reporter wartakadin.com di Ponpes Dodogan (MHM)

Bertemu dengan wartakadin.com saat bersantai dengan istri dan para santrinya di pantai Sendangasih Rowosari Kendal. Dan perkenalan itu dilanjutkan untuk melihat pondok pesantren yang dibangunnya sejak tahun 2012 lalu.

Romo Kyai Zainul Labib, lahir di Kendal pada tanggal 10 April 1984 (37 th) dari pasangan suami-istri ( KH. Muhammad Sulam – Hj. Nurhidayah). Setelah lulus MTs NU Sunan Abinawa lalu belajar ngaji dan hafal Al-Qur’an di Ponpes Lirboyo Kediri.

Visi dan misi Ponpes Tahfidz Al-Ihya yang didirikan Romo Kyai Zainul Labib adalah : 1. Menghasilkan Tahfidz Qur’an yang mutaqin. 2. Menghasilkan santri yang faham syariat Islam. 3. Menghasilkan santri yang memiliki Akhlaqul Karimah ASWAJA. Menerima santri dari putra putri setara SD/SMP, Duafa, Yatim dan umur dibawah 15 tahun.

Dituturkan pendiri ponpes ini, syarat keberhasilan santri : Punya niat yang ikhlas karena Allah. Punya semangat dan motivasi kuat. Punya tujuan jadi Hafidzul Qur’an yang balasannya surga. Harus istiqomah/konsisten, dan disiplin. Fokus pandangan, pikiran, ucapan dan pendengaran dalam belajar. Berdo’a’ sebelum dan sesudah belajar. Ikut bimbingan Ustadz/Ustadzah.

Ponpes Tahfidz Al-Ihya (Pondok MHM) memakai metode pembelajaran dengan mengikuti program Daarul Qur’an. Program Mandiri Modern dan Program 1000 hari (3 tahun). Fasilitas yang tersedia : tempat tinggal di pesantren. Ruang belajar sore dan malam hari. Mushola, Madrasah, TPQ dan TK PAUD.

Kegiatan yang dilakukan selain belajar ngaji dan menghafal Alqur’an, di Ponpes ini mengadakan pengajian setiap Minggu Manis. Pengajian para Habib dan Maulidan. Ziarah ke Bali, Madura, Lirboyo, Walisongo, Manaqiban yang sekaligus pencarian dana. Adapun saat ini yang menjadi donatur tetap adalah orang Jakarta. Dan kegiatan lain, yakni Silat Pagar Nusa ala Lirboyo (GASMI) ciptaan Gus Ma’sum.

Bertemu Kyai muda pendiri ponpes Dodogan ini benar-bebar mengasyikan. Karena selain masih muda juga suber (suka bergaul) yang selalu mengatakan dan menegaskan, “Memiliki anak yang mau belajar ngaji itu seperti melihat keajaiban dunia” Bagaimana tidak, sudah ditawarkan mondok gratis, tetapi susah mendapatkan murid. Padahal banyak orang tua rela menjual apapun yang dimilikinya, asalkan anaknya bisa belajar di sekolah yang favorit dan ternama.

Hingga pondok Dodogan (HMH) yang didirikan Romo Kyai Zainul Labib ini disampaikan masih banyak kekurangan murid. Sedangkan untuk pengembangan bangunan pondok ini sangat tergantung dengan banyaknya santri dan santriwati yang belajar mengaji disitu. Walaupun saat ini para murid ponpes ini sudah ratusan orang jumlahnya. Untuk itu, Romo Kyai Zainul Labib harus rajin keliling desa untuk menawarkan ponpesnya secara gratis. Sriyanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *