Sun. Oct 25th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

PT Nestlé Indonesia Perluas Pabrik di Karawang, Pasuruan dan Lampung

2 min read

Kementerian Perindustrian mencatat, pada triwulan I tahun 2019, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 6,77% atau di atas pertumbuhan ekonomi yang menyentuh di angka 5,07%. Selain itu, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 35,58% terhadap PDB industri nonmigas.

Baca juga: Industri Makanan dan Logam Penyumbang Terbesar Investasi Semester I-2019

Hal tersebut tidak bisa dipungkiri karena industri yang satu ini memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung sumber daya alam yang melimpah dan permintaan domestik yang besar. Besarnya permintaan juga yang mendorong PT Nestlé Indonesia Perluas Pabrik.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengapresiasi pengembangan usaha yang dilakukan oleh PT Nestle Indonesia. Perusahaan asal Swiss tersebut, saat ini memperluas tiga pabriknya di tiga wilayah yang ada di Indonesia. Untuk perluasan tiga pabrik yang salah satunya di Karawang ini, nilai investasinya mencapai Rp 1,4 triliun.

Perluasan pabrik Nestle di Karawang ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Menperin bersama Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Dharnesh Gordhon, Rabu (31/7/2019). Disaksikan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim, Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia HE Dr Hilton Fisher, dan Asisten Setda Pembangunan Kabupaten Karawang Ahmad Hidayat.

Selain di Karawang, ekspansi yang dilakukan oleh PT Nestlé Indonesia juga berlokasi di Pasuruan dan Bandar Lampung. Di pabrik Karawang, PT Nestlé Indonesia memproduksi minuman cair (Milo), kemudian di pabrik Pasuruan untuk produk susu cair (Bear Brand), dan di pabrik Bandar Lampung memproduksi bumbu masak (Maggi). Peningkatan investasi ini menambah total kapasitas produksi PT Nestlé Indonesia, dari 620.000 ton per tahun menjadi 775.000 ton per tahun atau naik 25%.

Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa investasi baru dari Nestle Indonesia menunjukkan bahwa optimisme dan kepercayaan dari para investor terhadap peluang di Indonesia masih besar. Apalagi didukung dengan iklim usaha yang kondusif.

“Kami mengapresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan PT Nestlé Indonesia dalam mendukung perkembangan industri makanan dan minuman di Tanah Air, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Airlangga dalam keterangan pers.

Menperin menambahkan, pihaknya terus mendorong peningkatan konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia, yang masih sekitar 16,9 kg per kapita per tahun. Potensi pertumbuhan industri pengolahan susu di Indonesia masih sangat tinggi. Oleh karena itu, perluasan dan peningkatan produksi PT Nestlé Indonesia merupakan langkah yang tepat dalam memenuhi kebutuhan produk olahan susu maupun bumbu masak instan bagi masyarakat Indonesia.

“Apalagi, kami mengetahui dalam pemenuhan bahan baku, PT Nestlé Indonesia telah melakukan kemitraan selama lebih dari 40 tahun dengan kurang lebih sebanyak 50.000 peternak sapi perah, petani kopi, kakao, dan beras dengan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas bahan baku. Pemerintah mengapresiasi business model ini dan akan menggunakan model Nestle untuk pengembangan peternak di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Dharnesh Gordhon mengatakan, pihaknya melihat kesempatan bisnis di Indonesia semakin kondusif dengan diiringi pertumbuhan permintaan konsumen terhadap produk-produk makanan dan minuman yang bergizi dan berkualitas tinggi.

“Memberikan produk bernilai tambah merupakan salah satu wujud upaya kami untuk meningkatkan kualitas hidup dan terus berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Dharnesh menambahkan, perluasan pabrik merupakan bentuk nyata dari komitmen Nestle Indonesia untuk menciptakan manfaat bersama, tidak hanya melalui produk yang berkualitas tinggi dan bernutrisi, tetapi sekaligus memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat secara luas melalui semua kegiatan yang telah dilakukan oleh perusahaan.

“Melalui investasi ini, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas petani dan peternak sebagai pemasok bahan baku kami, dan juga kualitas produksi, yang selaras dengan tujuan kami untuk meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *