Mon. Oct 26th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

S.D. Darmono : Kawasan Industri Lahirkan Ribuan UKM di Cikarang

2 min read

Sebelum tahun 1989, Cikarang hanya hamparan sawah tadah hujan, dimana di sela-selanya ada Lio (pabrik bata). Setelah pemerintah mempersilahkan swasta mengembangkan kawasan industri, maka datanglah beberapa investor, salah satunya PT. Jababeka yang kemudian mengolah daerah tandus tersebut menjadi kawasan industri.

Sosok dibalik berdirinya Kawasan Industri Jababeka adalah S.D. Darmono, yang berhasil mengajak 21 pengusaha nasional untuk menyulap Cikarang menjadi kawasan industri bertaraf internasional. Keberadaan kawasan industri ini menimbulkan multi player effect, salah satunya melahirkan ribuan unit usaha atau UKM.

Hal tersebut terungkap dalam buku hasil karya S.D. Darmono dengan judul “Membangkitkan Tantangan Baru untuk Menciptakan Lapangan Kerja – Peranan Kawasan Industri Jababeka dalam Memberdayakan UKM”.

Untuk mendukung peningkatan kualitas UKM, President University bersama dengan Akademi Komunitas President (AKP) menggelar acara bedah buku dengan menghadirkan narasumber Erman Suparno, Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi RI 2005–2009 sekaligus Direktur Akademi Komunitas Presiden. Acara ini dihadiri juga oleh Mahasiswa President University serta peserta didik AKP.

Dalam penilaian Erman, buku tersebut sangat berguna untuk mempelajari best practice kepemimpinan S.D. Darmono dalam mengelola dan memanajemen UKM. Dalam buku tersebut, founder PT Jababeka Tbk tersebut telah mengemukakan pandangan yang sangat berbeda dengan para kebanyakan tentang bagaimana pemberdayaan UKM di Indonesia. UKM dimasukkan ke dalam Kawasan Industri guna menciptakan lapangan kerja.

S.D. Darmono dalam bukunya menyebutkan,“Langkah penting yang perlu kita lakukan saat itu dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi guna membuka lapangan kerja dan menurunkan kemiskinan adalah kehadiran kawasan industri di Cikarang. Tidak hanya sebagai penyedia lapangan kerja, tetapi juga mendorong tumbuhnya berbagai bidang usaha dan menjadi sebuah peluang bisnis baru.”

Buku ini telah terbit sejak tahun 2006 lalu. Namun tetap relevan untuk membahas kondisi saat ini khususnya dalam mengentaskan pengangguran dan pengembangan UMKM. Buku ini diharapkan memberikan inspirasi bagi para pengusaha, mahasiswa, akademisi, praktisi ukm untuk terus bersinergi dalam membangun bangsa.

Lebih jauh Erman juga menyampaikan, didalam buku ini menunjukan bahwa beliau (S.D. Darmono) adalah seorang enterprener serta seorang pejuang yang gigih. “Setelah berhasil pak Darmono itu real-nya adalah seorang dermawan. Termasuk membantu mendirikan Akademi Komunitas President (AKP),” kata Erman pada acara bedah buku di Menara Batavia, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca juga : S.D. Darmono Sosok Sederhana Dengan Pemikiran Menembus Batas

Erman mengungkapkan, pada saat itu Darmono mengajaknya untuk mendirikan Akademi Komunitas President (AKP) dengan alasan bahwa Ia adalah mantan pejabat negara. Tanpa pikir panjang, Ia pun mengiyakan ajakan Darmono tersebut untuk mendirikan AKP.

“Saya bilang sama pak Darmono, tidak usah berbicara bahwa saya itu mantan pejabat negara, jika bicara pendidikan bangsa ini kalau tidak di bangun dengan landasan education atau pendidikan maka bangsa ini tidak akan maju. Majupun tidak akan terarah, karena ilmu pengetahuan dan teknologi itu sangat dinamis dan sangat maju,” pungkas Direktur AKP ini kepada awak media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *