April 23, 2024

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Segera Diresmikan, Warga Terdekat Minta Bisa Beraktivitas Ekonomi Di RTH Boja

2 min read

Kendal, wartakadin.com Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Boja sudah 100 persen selesai secara phisik, tetapi dengan awal Tahun 2024 ini masih ada penyempurnaan terkait dengan keberadaan los untuk berjualan pedagang lama yang dibangunkan pagar pembatas terbuat dari harbell.

Hasil pantauan di lapangan, wartakadin.com hari ini menjumpai ada pendaftaran pembagian los bagi pedagang lama yang namanya sudah terakumudir lewat ketua paguyuban pedagang pasar sore Boja di areal eks kawedanan Boja.

Dari informasi para pedagang diperoleh keterangan, bahwa pedagang lama bisa menempati satu los saja (by name). Tetapi katanya, ada yang bisa memiliki dua los dengan cara pengajuan dengan nama yang berbeda.

Selain itu dari perkembangan saat ini, ternyata ada penambahan biaya untuk membuatan pagar pembatas yang terbuat dari harbell. Oleh pedagang yang tidak mau menyebutkan jati diri menuturkan, per orang dimintai Rp 3,5 juta. Selain itu dalam musim hujan saat ini, terlihat ada genangan air hujan di depan los dan didalam los karena tidak ada saluran pembuangannya.

Terkait dengan masalah pengelolaan RTH Boja, Kepala Desa Boja, Rofiq Anwar mengatakan, tidak tau menau hal itu. Dikatakannya, bahwa baik pengelolaan dan penanggungjawab RTH Boja, adalah kewenangan Bupati dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal.

“Kami sebagai Lembaga Pemerintah Desa terdekat tidak memiliki kewenangan terkait kemanfaatan RTH Boja,” ujar Rofiq Anwar kepada wartakadin.com saat ditemui di kantornya hari Kamis, (22/2/2024).

Demikian pula dari aspirasi warga dusun Gentan Kidul yang bermukim di belakang RTH Boja mengeluhkan karena tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan maupun pembangunan RTH Boja. Juga terkait dengan pemanfaatan RTH Boja.

Aspirasi yang diwakili Prima, Ketua RT 02/RW 04 Dusun Gentan Kidul, Desa Boja Kecamatan Boja Kabupaten Kendal kepada wartakadin.com menyampaikan usulannya kepada dinas yang berwenang. Atau kepada Pemerintah Kabupaten Kendal.

Diantaranya tentang Keterlibatan lembaga RT dan Kadus lingkungan Gentan Kidul dalam bina lingkungan dan kebaikan pengelolaan.

Akses jalan kampung yg sudah lama ditutup pagar untuk tetap dibuka sebagai akses ekonomi warga ke pasar terutama lansia dan pelaku ekonomi. Juga minta diberikan fasilitas salter jualan untuk warga setempat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Aris Irwanto saat ditemui wartakadin.com di ruang kerja beberapa hari lalu mengatakan, keberadaan RTH Boja sudah selesai pembangunannya pada akhir 2023. “Sekarang ini dalam jangka 6 bulan dari awal Tahun 2024 masih menjadi tanggung jawab Kontraktor sebagai Pemenang Tender untuk pemeliharaan.

Adapun masalah pengelolaan dan pembagian los oleh Aris dikatakan, hal itu sudah ada pembagian kewenangan sendiri-sendiri yang sudah disepakati melalui rapat lintas sektoral di tingkat kecamatan.

“Adapun ada pihak-pihak di luar itu yang ingin menyampaikan aspirasi maupun usulannya terkait aktivitas ekonomi, disarankan untuk menyampaikan usulannya kepada Bupati Kendal, secara langsung atau melalui penyampaian secara tertulis,” jelasnya.

“Dalam waktu dekat kami akan menggelar lagi rapat lintas sektoral untuk menjawab aspirasi warga setempat dan juga membuat sistem pengelolaan RTH yang tepat dan yang bisa memuaskan semua pihak,” pungkasnya.

Sementara informasi yang diperoleh wartakadin.com dalam akhir Februari 2024 ini, RTH Boja akan diresmikan penggunaannya oleh Bupati Kendal. Sriyanto

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *