Sat. Oct 24th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Semen Over Capacity, Ekspor Solusi Dongkrak Penjualan

1 min read

Seiring gencarnya proyek infrastruktur dan pembangunan properti, industri semen tetap tumbuh signifikan. Kemenperin terus mendorong peningkatan konsumsi semen di pasar domestik dengan proyek yang sedang berjalan, yaitu program pembangunan sektor infrastruktur, properti dan manufaktur.
Terkait produksi, Kemenperin mengarahkan kepada industri penggilingan semen (grinding plant) di dalam negeri yang menggunakan bahan baku klinker, diharapkan dapat menyerap dari produksi lokal. Upaya ini guna mengurangi impor produk serupa.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sehingga industri semen nasional dapat tumbuh dan berkembang. “Kami juga mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib,” imbuhnya.
Saat ini pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan. Kapasitas produksi industri semen terintegrasi di dalam negeri mencapai 109,9 juta ton per tahun, sementara konsumsi pada tahun 2018 sekitar 69,6 juta ton.
“Industri semen di dalam negeri memang kondisinya sedang over capacity. Dahulu pertumbuhan permintaan semen memang tinggi, sehingga investor berlomba-lomba membuat pabrik dan investasi namun dalam perjalanannya pertumbuhan tidak sebesar yang diperkirakan sehingga saat ini terjadi over capacity,” jelas Menperin.
Untuk mendongkrak penjualan semen tahun ini salah satu alternatif industri adalah ekspor. Kemenperin menargetkan ekspor semen dan klinker bisa mencapai 7 juta ton pada 2019 naik 24% dari tahun 2018 sebanyak 5,64 juta ton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *