Sab. Okt 16th, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Senam Versi Baru Berdurasi 10 Menit Untuk Pelajar Dan Generasi Millenial

1 min read

Kendal, wartakadin. Senam versi terbaru berdurasi 10 menit dengan mudah bisa dipelajari secara cepat akan segera disosialisasikan ke masyarakat dan pelajar di kabupaten Kendal.

Senam versi baru ini menjadi program Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Kendal sebagai salah satu kegiatannya memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat.

Sebelum dilakukan sosialisasi, senam versi baru berdurasi 10 menit ini sedang diajarkan kepada pesenam yang berasal dari sanggar senam dan guru olahraga ditingkat kecamatan.

Hari ini (15/9/2021), ada 35 pesenam yang diambil Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kendal untuk dilatih yang dipersiapkan menjadi guru atau instruktur senam yang berdurasi 10 menit di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Di tempat pelatihan di Sasana Krida GOR Bahurekso Kendal, Kabid. Olah Raga Disporapar Kab.Kendal Ali Supriyanto mengatakan, “kegiatan pelatihan senam versi baru berdurasi 10 menit ini yang menjadi pelatih adalah Jumani seorang guru olah raga SMP Negeri I Kaliwungu”

Senam yangi dikemas untuk pelajar juga untuk disosialisasikan ke masyarakat didesain semudah mungkin yang melihat kemampuan anak didik. tutur Ali Supriyanto. “Karena biasanya senam berdurasi 15 menit jenuh, maka sekarang waktunya dikurangi menjadi 10 menit saja,” tambahnya.

Sementara Jumani yang menjadi pelatih senam mengatakan, kegiatan ini dipersiapkan guna memilih pesenam terbaik untuk mengikuti lomba Senam Pelajar Indonesia (SPI) tingkat Nasional.

Ana Lestari asisten pelatih senam juga menambahkan bahwa senam berdurasi 10 menit ini akan disosialisasikan ke empat titik wilayah ex kawedanan. Yakni : Sukorejo dan Boja (wilayah Kendal atas). Sedang Weleri dan Kaliwungu sebagai wilayah Kendal bawah.

Salah satu peserta pelatihan senam Silvia Indriyani saat ditemui wartakadin.com mengatakan, ” Senam berdurasi 10 menit ini mudah dipelajari. Irama musiknya sederhana. Pesenam tinggal mengikuti gerakannya saja. Selanjutnya untuk diterapkan di sanggar dan sekolahan selain disosialisasikan untuk masyarakat umum” Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *