Kam. Sep 23rd, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Seruan PWI-MUI Jateng : Pemberitaan Covid -19 Bernarasi Positif

2 min read

Semarang, wartakadin. Terkait dengan gencarnya pemberitaan Covid -19 oleh media massa dan media online yang menimbulkan traumatik masyarakat berkepanjangan di tengah kondisi Covid -19 yang masih mengganas, PWI menggandeng MUI Jateng membuat kesepakatan bersama yang ditandatangani Ketua PWI Jateng H. Amir Machmud NS, SH MH dan MUI Jateng Dr.KH. Ahmad Daroji MSi yang isinya seruan kepada wartawan (jurnalis) untuk membuat berita yang menonjolkan narasi positif.

Hal ini berlangsung di Studio TVKU (12/7/2021) yang juga menggelar webinar berthemakan “Urgensi Bernarasi Positif Dalam Pemberitaan Media Di Tengah Kondisi Covid -19” yang menampilkan narasumber : Ketua PWI Jateng, Wakil Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Rofiq MA, Ketua MUI Bidang Organisasi, Hukum dan HAM Prof Dr KH Abu Rokhmad MA dan Rektor UDINUS Prof Dr Ir H Edi Noersasongko M.Kom dengan moderator Myra Azzahra. Sementara naskah seruan dibacakan oleh Ketua Komisi Infokom MUI Jateng H Isdiyanto Isman.

Seruan PWI-MUI Jateng ini berisi 4 butir :

1. Mengajak media massa dan media sosial untuk tidak memblow-up berita dan informasi seputar perkembangan kondisi Covid -19 dengan narasi-narasi yang berpotensi memunculkan trauma masyarakat. Berita dan Informasi dikonstruksikan menjadi berita dan informasi yang mampu membangun rasa optimisme masyarakat dalam menghadapi Pandemi.

Kedua, berita adalah konstruksi dari peristiwa. Untuk itu dalam mengemas perkembangan seputar Covid -19 media massa diingatkan agar menggunakan nurani tertingginya. Hingga berita yang tersaji tidak menimbulkan rasa trauma masyarakat, melainkan justru sebaliknya mampu membangkitkan semangat dan optimisme masyarakat untuk melawan Pandemi.

Ketiga, media massa dan media sosial diharapkan benar-benar menghindari Hoaks dalam sajian informasinya terkait perkembangan Pandemi, agar tidak menimbulkan keguncangan dan kegaduhan di tengah masyarakat.

Keempat, tokoh masyarakat dan tokoh agama agar aktif membantu sosialisasi terkait pentingnya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya memutus mata rantai Pandemi Covid -19.

Adapun yang melatarbelakangi seruan bersama ini lanjut Isdiyanto juga wakil ketua bidang organisasi PWI Jateng mengingatkan, angka kurban yang positif terpapar Covid -19 kian meninggi. Sebanyak 25 daerah di provinsi dinyatakan sebagai zona merah Covid -19. “Eskalasi jumlah kurban meninggal maupun yang terpapar baru, semakin menajam pula” tambahnya.

Lonjakan jumlah tersebut berimbas pada bangsal rumah sakit dan fasilitas tambahan yang disediakan untuk menampung terpapar Covid -19 sudah tidak mampu mengatasi ledakan kurban. Hingga harus mengoptimalkan isolasi mandiri.

Ditegaskan, pasien non Covid yang akan masuk ICU pun harus antri berhari-hari. Rumah Sakit kini menghadapi beban berat. Pasien meninggal rata-rata per hari 15 orang, membuat pemulasaran jenasah hingga pemakaman harus antri berjam-jam menunggu giliran.

Bupati Kendal Ingatkan Warganya Selalu Patuhi Protokol Kesehatan

Di jalan-jalan raya masyarakat setiap hari mendengar raungan sirine mobil jenazah dan ambulance yang hilir mudik. Dan di kampung-kampung terlalu sering menyampaikan berita lelayu dari pengeras suara masjid dan mushola maupun saluran lain. Demikian pula di media sosial informasi tentang berita duka serta yang masuk rumah sakit akibat Covid -19 seperti tiada henti.

Juga di pemberitaan di media massa seperti cetak, electronik, dan online membuat suasana makin mencekam dirasakan masyarakat. Hal inilah yang melahirkan traumatika yang tinggi. Yakni antara ketakutan, kegelisahan, panik, rasa was-was berbaur menyatu.

Apabila kondisi kondisi tersebut tidak direspons dengan upaya-upaya penyampaian informasi yang tepat, dikhawatirkan justru dapat melahirkan penurunan daya imun masyarakat. Sedangkan yang diharapkan di saat ini justru kekuatan daya imun masyarakat agar tidak mudah terpapar virus. Oleh karenanya, PWI Jateng dan MUI Jateng berharap adanya kesadaran insan pers untuk membangun rasa optimisme masyarakat untuk melawan Covid -19, salah satu salurannya lewat informasi dan pemberitaan yang bernarasi positif. Baik di ranah media massa, media sosial, maupun saluran komunikasi yang lain, agar masyarakat tidak merasa terus menerus terteror oleh situasi dan keadaan maupun oleh informasi di media massa dan media sosial. (Isi/Sriyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *