Ming. Sep 25th, 2022

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Sri Supartinah, Berjuang Usaha Kopi Bubuk Dari Uang Pensiun Suaminya

2 min read

Kendal, wartakadin. Membangun usaha bisa dimulai dengan modal kecil, asalkan benar-benar dijalankan dengan sungguh-sungguh dan disiplin mengatur sirkulasi keuangan. Jangan sampai modal itu terkikis habis karena untuk kebutuhan lainnya.

Selain itu, kelangsungan usaha khususnya bagi pemula, janganlah memiliki angan-angan untuk mendapatkan permodalan secara berhutang baik lewat Bank atau Koperasi Simpan Pinjam. Karena saat dikejar-kejar tagihan cicilan plus bunga terjadilah kepanikan dan usahanya menjadi berantakan.

Kondisi seperti ini tidak dialami oleh Sri Supartinah, warga desa Pakis RT. 01/RW.01 Kecamatan Limbangan saat ditemui wartakadin.com sedang memamerkan produk Kopi Bubuk kemasan di stand UMKM dalam kegiatan launching dana sosial UPK PNPM MPD Kabupaten Kendal di kawasan perdesaan Padang Semampeer desa Pakis Limbangan Kabupaten Kendal.

Bersama dua anak perempuan yang masih duduk di klas 3 SMP dan klas IV SD, Sri Supartinah yang menjanda ditinggal pergi selama-lamanya oleh suami tiga tahun lalu seorang anggota Polri, terpaksa harus berjuang sendiri untuk kelangsungan hidup sehari-hari yang menyekolahkan dua anaknya.

Kepada wartakadin.com bercerita, dalam merintis usaha produksi kopi bubuk cap Merangan khas desa Pakis Limbangan, baru bisa memproduksi kopi bubuk jenis robusta didalam kemasan berisi 170 gram harga Rp.20 ribu yang sudah miliki PIRT No.2083324020011-27.

Usaha yang dirintisnya berjalan setengah tahun, dari biji kopi hasil gilingan menjadi kopi bubuk kemasan berasal dari kebun milik orang tua seluas 1 hektar tua. Dan sementara dikatakan, saat ini belum punya mesin giling sendiri, yakni pinjam milik orang lain. Demikian dalam pengemasan harus keluarkan ongkos oleh jasa orang lain pula. Kopi bubuk “Merangan” ini dijual keliling ke cafe Nglimut, warung wisata, Wellcome, pesanan dan melalui online dengan sirkulasi penjualan per bulan belum bisa menghitungnya.

Dituturkan, selama ada dana bergulir eks PNPM Mandiri Perdesaan ini, belum pernah diberikan kepercayaan dapat pinjaman modal. “Untuk merintis usaha ini, berasal dari uang pensiun yang saya putar untuk makan dan modal usaha,” akunya.

Selain itu, katanya, selama merintis usaha produksi kopi bubuk belum pernah mengikuti pelatihan, tetapi pernah mendapatkan pelatihan digitalisasi marketing di kecamatan Limbangan.

Sri Supartinah dalam kesempatan ikut tampil di stand UMKM di acara launching itu berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk dibantu peralatan produksi dan pengembangan marketnya. Sriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru