Sat. Oct 24th, 2020

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Tahun 2021 Hyundai Akan Bangun Pabrik di Jawa Barat

2 min read

Saat bertemu Presiden Jokowi, Pimpinan Hyundai Motors Group menyampaikan, akan membangun pabrik mobil di kawasan industri Bekasi, Karawang, dan Purwakarta (Bekapur) serta Subang, Jawa Barat pada 2021 mendatang. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan otomotif yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan itu meminta insentif dalam rangka pembangunan pabrik mobil.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong. Sementara, jajaran pimpinan Hyundai yang hadir antara lain Direktur Utama Hyundai Young Woon Kong, Executive Vice Chairman Hyundai Euisun Chung, Executive Vice President Hyundai Hong-Jae Park, dan Senior Vice President Youngtack Lee.

Pimpinan Hyundai menyampaikan kelanjutan komitmen investasi untuk membangun pabrik mobil pada 2021. Pabrik itu rencananya memproduksi mobil dengan berbagai skema teknologi mulai dari electrical vehicle, fuel shell vehicle, autonomous vehicle, hingga flying vehicle. Perusahaan saat ini sudah melakukan survei kawasan.Presiden menyambut positif rencana tersebut, karena industri otomotif akan menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia ke depan, salah satunya dengan mobil listrik.

Menteri Airlangga mengatakan, Hyundai meminta agar pemerintah bisa memberikan insentif fiskal berupa libur pajak (tax holiday) karena berorientasi ekspor. Rencananya, bila berhasil membangun pabrik mobil di Tanah Air, perusahaan akan mengeskpor sekitar 40 persen hasil produksinya. Sementara, 60 persen sisanya akan dipasarkan di dalam negeri.

Menperin juga menyampaikan, Hyundai meminta agar bisa memperoleh dukungan izin impor bahan baku dari beberapa negara. Menurutnya, persoalan izin impor sengaja dinegosiasikan dengan pemerintah agar bisa memanfaatkan hubungan bilateral dan multilateral yang sudah dibangun pemerintah Indonesia.

Sementara itu, Chung melalui penerjemahnya menyampaikan perusahaan berencana membangun pabrik di Indonesia agar bisa ikut menikmati potensi pasar yang besar sekaligus membantu Indonesia mengembangkan industri otomotif 4.0.

Rencana investasi Hyundai juga pernah disampaikan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. Luhut mengungkapkan rencananya nilai investasi Hyundai mencapai US$1 miliar atau setara Rp14 triliun. Bahkan, untuk mendukung rencana investasi pabrikan mobil itu, Luhut sempat mendorong para produsen baterai mobil listrik agar mau membangun industri di kawasan Bekapur, sehingga tidak hanya di Morowali, Sulawesi Tengah saja seperti wacana awal. Beberapa produsen baterai mobil listrik yang didorong, yakni Tesla, Contemporary Amperex Technology (CATL), LG Chem, Volkswagen, Mercedes, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *