Kam. Sep 23rd, 2021

WARTAKADIN

Kabupaten Bekasi

Tak Salah Bila Anggota TNI Buka Usaha Soto Ayam

2 min read

Semarang, wartakadin. Menghadapi masa Pandemi Covid 19, setiap orang yang lebih lebih sudah berkeluarga harus berfikir keras untuk selalu mencari peluang yang bisa menghasilkan income.

Bagi yang sudah memiliki pekerjaan tepat tetapi bila menghitung pendapatan dengan pengeluaran dirasa belum berimbang, mau tidak mau harus mencari lagi tambahan penghasilan dengan cara apapun yang penting halal.

Inilah yang dilakukan Fathullah (41 tahun), seorang anggota TNI berpangkat Sertu yang kesehariannya bertugas di Staf Ops Kodim 0715/Kendal, diluar jam kerja buka baju hijaunya untuk mendampingi istrinya berjualan Soto Ayam Kampung “Irigasi” yang berlokasi ditepi jalan raya Mangkang Kulon Tugu Semarang.

Mengenal Fathullah, seorang TNI berjiwa wirausaha ini, dari ketidaksengajaan wartakadin.com yang melihat dari kartu nama tertulis “Soto Ayam Kampung Irigasi” bersama hidangan soto tersaji saat mengikuti acara Ngopi Bareng Bersama Dandim Kendal di Aula Kodim 0715/Kendal pada Jum’at (19/2/2021).

Setelah wartakadin.com mencari alamat yang tertulis di kartu nama yang lakukan bincang-bincang dengan pemiliknya, baru mengetahui ternyata pemilik usaha Soto Ayam Kampung Irigasi adalah Fathullah yang kesehariannya bertugas di Kodim 0715/Kendal karena saat menuliskan nama disertai dengan kepangkatan sebagai prajurit TNI. Angkatan Darat.

Penyajian masakan soto ayam untuk mudah dikenal dan memiliki banyak pelanggan, ungkap Fathullah harus ada citarasanya soto yang khas Semarangan. Dan dalam menemukan bumbu yang pas juga dilakukan melalui uji coba berkali kali, kata Fathullah yang ditemui wartakadin.com di warung sotonya yang sempat pula menikmati semangkok soto ayam kampung Irigasi yang disajikannya sore hari jelang tutup karena memang sudah habis.

“Ini masih ada sisa pak, pak wartawan kan sudah pernah merasakan sewaktu di acara Ngopi Bareng dengan Dandim Kendal. Dan waktu bapak saya lihat hadirnya paling belakang,” tutur Fathullah bersahaja.

Selain penyajian soto ayam kampung yang dilengkapi makanan tambahan seperti tempe goreng atau tempe kripik, sate kerang, sate telor puyuh, sate ayam dengan minuman teh manis panas atau dingin dan air jeruk panas dan dingin, juga menerima pesanan untuk hajatan pernikahan, pengajian dan meeting (rapat dinas). “Kami siap menyajikan di tempat sesuai dengan permintaan,” Fathullah menawarkan.

Sementara untuk harga per mangkok sebesar Rp 6 ribu. Dan dengan bawa uang Rp 10 ribu sudah bisa menikmati soto semangkok, minum teh dan dua tempe kripik. Tuturnya.

“Kami berjualan soto ayam kampung ini tidak mencari untuk banyak yang terpenting bisa menambah income keluarga yang saat ini dikaruniai dua perempuan yang mebutuhkan biaya sekolahnya,” Fathullah menambahkan.

Di kiosnya untuk berjualan soto ayam kampung, disampaikan Fathullah sementara baru mengontrak per tahunnya Rp 8 juta. Katanya, jual soto ayam itu butuh tempat yang strategis agar cepat dikenal dan banyak pelanggannya. Dan harapan nantinya disampaikan Fathullah bisa berkembang untuk memiliki kios atau warung sendiri yang pernamen. Tuturnya.

Juga dikatakan, dalam membangun usaha ini diilhami dari sebagai seorang anggota TNI yang harus selalu tunduk dan taat dengan Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, butir ke delapan dari delapan wajib TNI yang berbunyi “Menjadi contoh dan mempelopori usaha usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat disekelilingnya”

Perintah Sapta Marga ini dilaksanakannya dengan memberikan contoh sebagai seorang prajurit siap membela dan mempertahankan keutuhan NKRI, juga dalam kehidupan sehari hari juga siap mempertahankan keutuhan hidup berkeluarga dan bermasyarakat dengan berjualan soto ayam kampung dengan tarif harga relatif murah di musim Pandemi Covid 19 banyak warga yang mengalami dampaknya terjadi penurunan penghasilan, bahkan tak sedikit yang terkena PHK. Demikian hasil bincang-bincang dengan Fathullah seorang prajurit TNI.AD yang berjiwa interpreneurship ini. (Sriyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *